bojonegoro.com – Digitalisasi pasar tradisional melalui aplikasi Pasar.id milik BRI mulai memberikan dampak nyata bagi pedagang di Pasar Banjarejo, Kabupaten Bojonegoro. Sejumlah pedagang mengaku pendapatannya meningkat setelah bergabung dalam platform belanja daring tersebut.
Salah satunya dirasakan Mafi, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Banjarejo. Ia menyebut, sebelum optimalisasi aplikasi New Pasar.id, transaksi dari platform digital hanya menghasilkan ratusan ribu rupiah per hari. Namun kini omzetnya meningkat signifikan seiring bertambahnya pesanan online.
“Dulu sehari paling cuma satu sampai tiga pembeli dari aplikasi, penghasilannya ratusan ribu. Sekarang bisa puluhan pesanan masuk setiap hari,” ungkap Mafi.
Menurutnya, perubahan tersebut terjadi setelah fitur aplikasi diperbarui dan sistem pengantaran terintegrasi dengan layanan kurir online. Konsumen kini cukup memesan kebutuhan pasar dari rumah melalui ponsel, lalu barang diantar langsung ke alamat tujuan.
“Jangkauan pembeli, kehadiran Pasar.id juga membantu pedagang menjaring konsumen baru yang sebelumnya jarang datang langsung ke pasar tradisional,” ujarnya.
Pedagang lain di Pasar Banjarejo juga merasakan manfaat serupa. Yudha Bagus menilai platform digital menjadi solusi agar pasar tradisional tetap kompetitif di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin praktis dan serba online.
“Kalau pembeli sibuk, tidak perlu datang ke pasar. Tinggal pesan lewat aplikasi, barang langsung dikirim. Ini sangat membantu pedagang untuk tetap punya pasar,” imbuh Yudha
Digitalisasi melalui Pasar.id terus diperluas untuk mendorong transformasi pedagang tradisional menuju ekosistem usaha yang lebih modern. Pedagang yang tergabung dalam aplikasi juga mendapat dukungan integrasi pembayaran digital melalui QRIS dan transfer bank.
Keberadaan Pasar.id bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang kenaikan omzet bagi pedagang pasar tradisional.
“Dari tren transaksi yang terus tumbuh, Pasar.id dinilai menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan ekonomi pedagang pasar tradisional di Bojonegoro. Khususnya di tengah persaingan dengan platform belanja modern dan marketplace digital,” pungkasnya.










































