17 September 2026

Pengakuan Terbaru Kongres AS, USA Kehilangan 42 Pesawat Canggih Selama Perang 40 Hari

0
FB_IMG_1779445724855

Bojonegoro.com – Kongres AS baru mengakui bahwa, AS kehilangan 42 pesawat selama perang 40 hari dengan Iran. Termasuk pesawat tempur canggih F15E dan F35A.

Ini angka terbaru yang mereka perbaharui dari sebelumnya mereka mengklaim kehilangan 39 pesawat.

Dengan pengalaman perang 40 hari kemarin ditambah dengan perang 12 hari tahun lalu Iran dengan Israel – AS. Iran berjanji akan memberikan kejutan jika AS memutuskan melanjutkan perang kembali.

Janji kejutan ini bisa kita lihat bukan hanya sebatas retorika, tapi sebagai sikap confidence Iran menghadapi masa depan konflik dengan AS.

Iran selama perang kemarin memang telah terbukti banyak memberikan kejutan yang belum pernah diprediksi oleh AS selama ini, termasuk kemampuan menjatuhkan pesawat tempur generasi kelima AS yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Salah satu sebab kenapa Trump kemarin mengkonfirmasi menunda serangan lanjutan ke Iran, terbukti bukan hanya soal alasan AS ditekan oleh sekutu arab mereka.

Tapi lebih kepada kalkulasi AS dan Israel sendiri yang menganggap melanjutkan perang bukan solusi terbaik dan tidak akan mampu membawa banyak perubahan di Iran, apalagi sampai perubahan rezim. Regime Change.

Perubahan lanskap GeoPolitik akibat perang Iran ini terjadi begitu cepat, hanya selama 80 hari (40 hari damai dan 40 hari perang). Kondisi GeoPolitik global telah berubah secara drastis.

Kunjungan Iran ke China sepekan sebelum kunjungan Trump ke China, dan kunjungan Putin ke China kurang sepekan setelah kunjungan Trump kesana, adalah bagian dari proses perubahan besar yang sedang terjadi di kawasan.

Jika kita lihat bagaimana sikap Xi Jinping menyambut Putin kemarin, lalu kita bandingkan dengan gaya Xi menyambut Trump, kita bisa lihat perbedaan mencolok. Putin yang disambut hangat dan Trump yang disambut biasa saja.

Baca Juga :  Mendadak Dicopot, Usai Purbaya Bongkar Dugaan Mega-Kebocoran Pajak

China, Iran, dan Rusia saat ini adalah negara yang sama sama kena sanksi dari AS, walaupun dengan kadar, konteks, dan perspektif yang berbeda. Tapi sejatinya ada kesamaan misi yang mereka bawa: melawan hegemoni dan dominasi AS. Bahkan Putin pernah menyebut, mereka sedang melawan poros setan dibawah AS.

Perang Iran memang mengoyak Iran secara signifikan, Iran terluka dan berdarah darah, tapi para agresor AS dan Israel dipaksa menerima kenyataan tidak dapat mencapai apapun di Iran. Iran memaksa AS dan Israel mundur karena semua mimpi mereka di Iran tetap menjadi mimpi sampai detik ini.

Lebih jauh, perang Iran ini memaksa perubahan signifikan di tataran GeoPolitik secara drastis, walaupun banyak negara tidak siap dan tidak kuat menghadapi new normal baru dalam Geopolitik pasca perang ini.

Sikap percaya diri Iran saat ini dalam menghadapi konflik, dengan terus menerus mengatakan kesiapan mereka untuk konfrontasi militer kembali dengan AS, menimbulkan pukulan serius bagi psikologis Trump dan para pejabat di gedung putih dan Pentagon.

Rencana yang sudah dimatangkan oleh Netanyahu sejak 20 tahun belakangan ini untuk menghancurkan Iran, berantakan dalam 40 hari perang dan peta itu semakin gelap dimasa yang akan datang.

Iran sekali lagi tidak perlu mengklaim kemenangan, Iran hanya butuh survive sebagai negara berdaulat, Iran hanya butuh keberlanjutan pemerintah yang saat ini terbukti kuat dalam menjaga teritorial Iran secara utuh, baik di darat, udara, dan laut.

Perang Iran mengubah lanskap GeoPolitik secara mendasar, baik di Asia Barat, timur tengah, dan secara global. Tapi survive-nya pemerintah Iran dalam perang ini adalah kekalahan strategis paling besar dan menyakitkan bagi AS terutama bagi Mastermind di belakangnya, Israel.

Baca Juga :  Mendadak Dicopot, Usai Purbaya Bongkar Dugaan Mega-Kebocoran Pajak

Oleh Tengku Zulkifli Usman ✓

Analis GeoPolitik.

20 Mei 2026

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X