Connect with us

Hi, what are you looking for?

Bojonegoro.com

Kabar

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Tahap 2

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau disebut BLT DD untuk tahap 2 mulai dicairkan oleh pemerintah. Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Wawan Kurnianto, turut serta dalam menghadi acara penyaluran BLT DD tahap 2 tersebut di desa Geneng Kecamatan Margomulyo Bojonegoro. Penyaluran BLT ini diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi virus covid-19.

Kegiatan penyaluran BLT DD diselenggarakan di kantor Balai Desa Geneng, kecamatan margomulyo kabupaten bojonegoro ini dihadiri Sahlan sebagai Camat Margomulyo, Suharto sebagai kepala desa Geneng, beberapa perwakilan DPMD, Pendamping Desa dan masyarakat penerima manfaat dari program ini.

Suharto, Kepala Desa Geneng, berharap dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban warga masyarakat dari dampak pandemi covid-19. Semoga wabah pandemi covid-19 ini segera berakhir sehingga warga dapat segera beraktivitas kembali seperti sebelumnya. Jumlah penerima BLT DD untuk tahap 2 ini pada desa Geneng sejumlah 108 Kepala Keluarga (KK).

Sementara itu Bupati Anna Muawanah mengingatkan agar bantuan langsung tunai dana desa atau BLT DD yang diterima oleh warga masyarakat ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, karena saat ini negara Indonesia dan bahkan dunia sedang dilanda pandemi covid-19, dan dampaknya juga dirasakan oleh warga Bojonegoro. Adanya bantuan BLT DD ini bisa digunakan untuk membeli kebutuhan bahan pokok seperti sembako, beras dan makanan lain dan jangan digunakan untuk membeli kebutuhan konsumtif seperti membeli pakaian baru, handphone atau barang barang lainnya yang bukan untuk kebutuhan pokok.

Bu Anna juga mengungkapkan dampak ekonomi dari pandemi Covid 19 ini yaitu warga masyarakat yang biasanya dapat berjualan menjadi tidak bisa berjualan sehingga pendapatannya menjadi menurun. Selain itu juga banyak yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK karena tempat bekerjanya terdampak Covid 19 sehingga melakukan efisiensi tenaga kerja atau penghentian operasional usaha.

Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini memberikan bantuan sebesar Rp. 600.000 untuk setiap KK. Bantuan ini diberikan selama tiga bulan dengan 3 tahapan sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Pada tahap pertama, Pemerintah Bojonegoro telah menyalurkan BLT DD ini kepada 16.712 KK dengan total nilai uang yang disalurkan sebesar Rp. 10.027.200.000.

Tidak semua warga mendapatkan bantuan BLT Dana Desa ini karena sudah ada program program lain serupa yang sudah diberikan. Seperti penerima program Basis Data Terpadu (BDT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak menerima program bantuan BLT Dana Desa.

Menurut informasi dari Didik Wahyudi, Pendamping Ahli Pelayanan Sosial Dasar (PA PSD) untuk Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bojonegoro, pemberian Bantuan BLT Dana Desa pada tahap 2 ini diberikan kepada warga dari beberapa kecamatan di bojonegoro, diharapkan akan selesai di distribusikan dalam waktu dua minggu. Pada hari rabu, 3 Juni 2020, pembagian diberikan untuk 4 kecamatan yaitu Kecamatan Margomulyo yang terdiri dari 3 desa, desa Geneng, desa Margomulyo dan desa Kalangan. Kecamatan Tambakrejo untuk desa Malingmati. Kecamatan Gondang untuk desa Pajeng. dan Kecamatan Sekar untuk desa Klino, desa Sekar, desa Deling dan desa Bareng.

Rencana selanjutnya pemberian bantuan akan bergerak pada daerah lainnya seperti Kecamatan Dander dan kecamatan kecamatan lainnya hingga tuntas selama 2 minggu seperti yang di rencanakan.

Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini merupakan salah satu dari program pemerintah pusat untuk menanggulangi dampak pandemi covid-19. Program ini menggunakan dasar hukum dari peraturan menteri desa PDTT No 6 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Program bantuan diberikan sejak bulan April 2020 selama 3 bulan dengan nilai bantuan sebesar Rp. 600.000 per bulan per keluarga.

Perhitungan bantuan BLT yang bersumber dari dana desa ini mengambil porsi sekitar 25% hingga 35% dari Dana Desa yang diberikan. Untuk dana desa yang mendapatkan alokasi Rp 800 jt mendapatkan alokasi maksimal 25%, untuk dana desa dengan alokasi Rp 800 jt – Rp. 1.2 M mendapatkan alokasi maksimal 30%, sedangkan untuk Dana Desa yang mendapatkan lebih dari Rp 1.2 M dapat menggunakannya maksimal sebesar 35%. Menurut Menko Bidang Pembangungan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Efendy menjelaskan bahwa total penerima program ini diberikan kepada 12.3 jt KK Penerima Manfaat.

 

Bagikan :
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Pandemi Virus Corona/COVID-19 ini memang sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat sehari hari. Sebuah organisasi Persaudaraan Keluarga Pelaut Bojonegoro yang bersekretariat di Jalan Barat Perumda...

Kabar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui BAPPEDA menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019. Rakor bertema “Pemantauan...

Kabar

Jumlah pasien ODP berkurang 2 orang menjadi 28 orang, pasien PDP 1 orang. positf 4 orang.

Kabar

Tahun ajaran baru 2020-2021 akan segera aktif di 13 Juli 2020. Dinas pendidikan Bojonegoro sudah mempersiapkan petunjuk teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan...

Copyright © 2020 Tim Digital Bojonegoro Matoh - Redaksi - Kontak