Bojonegoro.com – Lintas Komunitas UMKM Bojonegoro dari 15 Asosiasi menggelar Pertemuan Akbar dan Halal Bihalal Idul Fitri 2025/1446 H di Cafe Baresta jl Monginsidi No 114 Bangilan, Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Kamis (17/04/25).
Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi Membangun UMKM Unggul dan Berdaya Saing” pelaku UMKM Bojonegoro dari berbagai asosiasi menjadikan moment idul Fitri menjadi ajang bertemu dan menyamakan visi guna kebersamaan kemajuan UMKM.
Hadir dalam acara Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, Kepala Dinas Perdagangan koperasi dan UKM, Kepala Badan Kesbangpol, Perwakilan dinas Kominfo, Perwakilan BUMD dan puluhan pelaku UMKM.
Dalam sambutan dan arahannya diawal Wakil Bupati mengucapkan selamat hari raya idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin, lanjut Wabup, pemkab Bojonegoro dengan program UMKM Naik Kelas akan selalu hadir untuk membantu pelaku UMKM dalam upaya mewujudkan UMKM yang lebih berdaya, maju dan mandiri.
Dalam kesempatan itu Nurul Azizah juga memiliki pemikiran, seyogyanya UMKM yang terbagi dalam banyak Asosiasi bisa disatukan dengan satu induk asosiasi. idealnya ada satu Asosiasi induk yang memayungi semua UMKM atau Asosiasi yang ada, tutur Wakil Bupati.
“Untuk membawa UMKM Produktif dan berdaya saing tinggi tentu membutuhkan kolaborasi antar sesama pelaku usaha, jangan terkesan persaingan menjadi kubu-kubu yang saling menjatuhkan satu sama lain” ungkapnya.
Sementara itu ketua panitia acara halal bihalal, Nanik Widyawati S,Psi menyampaikan sesuai tajuknya acara yaitu Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi Membangun UMKM Unggul dan Berdaya Saing, kegiatan ini selain sebagai ajang berkumpulnya pelaku usaha lintas UMKM juga bertujuan untuk lebih mempererat komunikasi dan kekompakan para pelaku UMKM di Bojonegoro, dimana tujuan akhirnya adalah duduk bersama, maju bersama, dan berdaya bersama.
Lebih lanjut Nanik menyampaikan bahwa momentum ini juga diharapkan semua pelaku usaha untuk merefleksi diri guna terciptanya sinergi yang kuat. Kami ingin menciptakan ruang dialog yang hangat antar pelaku usaha dan pamengku kebijakan. Dimana kami sangat percaya kolaborasi yang sehat akan melahirkan keputusan yang tepat. Ini bukan hanya tentang produksi dan pemasaran tapi jauh dari pada itu adalah tentang bagaimana menciptakan daya saing ditengah panasnya persaingan global.
“Untuk itu kami berharap Pemkab Bojonegoro melalui Dinas terkait bisa membantu dan membina pelaku usaha kecil menengah dan mikro sesuai kebutuhan, dengan dukungan berupa pelatihan, akses pembiayaan dan pendampingan, jelas Nanik.
Acara halal bihalal juga diramaikan dengan game kekompakan dan ketangguhan yang dipandu oleh Kak Priyo kampung tumo, game berjalan dengan keseruan penuh canda tawa. Acara ditutup dengan saling bersalaman, maaf-maafan dan makan bareng.










































