8 Oktober 2026

Pesankan Tantangan Kesehatan Modern, Stikes Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Wisuda dan Dorong Penguatan Kompetensi Lulusan

0
IMG_20260916_170618

STIKES Muhammadiyah Bojonegoro gelar wisuda ke 9

Bojonegoro.com – STIKes Muhammadiyah (Maboro) Bojonegoro menggelar upacara wisuda ke-IX  program Diploma 3 dan Sarjana Tahun Akademik 2025-2026. Kegiatan digelar di Auditorium STIKes Muhammadiyah jalan Veteran gang Maboro, Bojonegoro –  Jawa Timur, Rabu (16/09/2026).

Wisudawan  Stikes Muhammadiyah Bojonegoro ke IX  tahun 2026 meliputi program studi (Prodi) Ahli Madya Perekam Informasi Kesehatan (PMIK), Sarjana Administrasi Rumah Sakit, dan Sarjana Gizi. Pembukaan sidang terbuka senat STIKES Maboro Bojonegoro oleh ketua Senat sekaligus Ketua STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. H. NS  Sudalhar, M.Kep.

Saat pembacaan surat keputusan wisudawan tercatat yang mendapat kehormatan menjadi wisudawan STIKes Muhammadiyah Bojonegoro terbaik dari S1 Gizi diraih adalah Salsa Billa Karunia Agatha  dengan IPK 3,83. Wisudawan terbaik dari S1 Administrasi Rumah sakit diraih Latifa Hanum dengan IPK 3,65, Diploma perekam dan informasi kesehatan diraih oleh Fitri aliyasari dengan IPK 3,74, dan Diploma informasi kesehatan program RPL diraih oleh Arif Prima Viardy dengan IPK 3,63.

Hadir dalam acara ketua majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Kepala lembaga layanan pendidikan tunggi wilayah 7 Jawa Timur, Ketua pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur,  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda kabupaten Bojonegoro,  Ketua pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro. Ketua Asiyah Bojonegoro dan hadir pula Perwakilan Rumah sakit di Bojonegoro serta  perwakilan Perguruan tinggi dan universitas di Bojonegoro.

Melalui Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Dr Sunandoko, Bupati Bojonegoro menyampaikan selamat kepada semua wisudawan dan civitas STIKes Muhammadiyah Bojonegoro yang telah sukses menorehkan karya di bidang pendidikan dengan menyelenggarakan wisuda.

Lebih lanjut Sunandoko menyampaikan wisuda adalah tonggak awal pintu gerbang bagi wisudawan, dimana  tantangan kedepan akan lebih memberikan effort energi untuk menaklukkannya, ilmu yang telah ditempuh tentu membutuhkan mengejawantahkan di dalam praktek dan menyelesaikan problematikanya. Maka menjadi penting adalah bagaimana mengimplementasikan ilmu dan jangan berhenti belajar karena dalam perkembangannya semua aktifitas dan kehidupan kita tidak terlepas dari teknologi terbarukan, termasuk layanan di Rumah sakit. Maka pentingnya menambah pengetahuan dalam pengembangan ilmu  yang lain.

Baca Juga :  Puluhan Guru di Bojonegoro Ikuti Pelatihan IoT Digital 5.0, Dorong Teknologi untuk Pembelajaran

“Maka pemerintah daerah Bojonegoro mendukung dan mendorong para wisudawan untuk selalu bersemangat mengimplementasikan ilmunya agar terwujudnya Bojonegoro yang Makmur, Bahagia dan Membanggakan” tutur Sunandoko.

Dalam sambutannya Ketua STIKes Muhammadiyah Bojonegoro, Dr H. Ns. Sudalhar, M.Kep mengawali dengan kisah balik perjalanan STIKes Maboro mulai dari awal yang penuh kerikil batu sandungan hingga bisa berdiri mandiri, maju dan memiliki kampus megah dengan wisudawan terbaik dan mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah maupun lembaga pendidikan Nasional.

Sementara itu Dr.Sulistyaningsih.S.KM., MH.Kes selaku perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat memberikan orasi ilmiahnya dengan mengangkat tema “Perguruan Tinggi Kesehatan Muhammadiyah untuk Kemanusiaan dan Kemajuan Bangsa” menyampaikan prosesi wisuda ini menjadi momentum penting dalam pembekalan terakhir pada wisudawan untuk menghadapi tantangan dunia kesehatan masa depan dan menekankan peran strategis dan tantangan tenaga kesehatan masa kini

Lebih lanjut ia menyampaikan, pelaksanaan wisuda lulusan Stikes Muhammadiyah Bojonegoro tahun ini  adalah awal transformasi Stikes Maboro menjadi Universitas Muhammadiyah Bojonegoro. Wisuda ini diselenggarakan tidak hanya sebagai penanda kelulusan akademis, tetapi juga untuk memberikan amanah dan membekali lulusan agar mampu menjadi problem solver dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan nasional, seperti stunting, tata kelola rumah sakit, dan digitalisasi rekam medis. Selain itu, ditegaskan pula perlunya pembentukan program studi profesi bagi lulusan Gizi (Dietisien/Nutrisionis) untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang Kesehatan terbaru. Lulusan diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Keislaman dan Muhammadiyahan melalui penerapan *4C* (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration) serta kompetensi *4I* (Integrity, Innovation, Islamic Character, Impact).

Pembicara juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu kerja tanpa mengesampingkan sentuhan dan integritas manusia (humanity).Di akhir penyampaiannya, para lulusan dipesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater, orang tua, serta terus aktif berkontribusi sebagai kader persyarikatan Muhammadiyah di mana pun mereka berkiprah.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X