Connect with us

Hi, what are you looking for?

UKM

Potensi Tenun Tradisional KUPERSAE Kedungrejo Produknya Tembus Asia, Butuh Sentuhan Pemkab Bojonegoro

20210521121653

Bojonegoro.com – Di Kabupaten Bojonegoro terdapat banyak Industri dan pengrajin Batik, semua orang sudah tahu, Batik dengan motif khas konten kearifan lokal, namun tidak banyak yang tahu kalau di Desa Kedungrejo kecamatan Sumberejo ada pengrajin tenun tradisional yang juga mengerjakan motif Thengul sebagai produk andalannya.

Mochamad Alim (42) Warga Kedungrejo RT 07, RW 01 adalah pengrajin tenun tradisional satu satunya di Bojonegoro, Alim merintis usahanya sejak tahun 2016 bersama istrinya, berdua mereka mencoba keperuntungan dengan kerajinan kain tenun.

Ditemui dirumah sekaligus bengkel kerjanya, Alim mengatakan, mulai tertarik dan belajar menenun pada tahun 2009, saat dirinya masih bekerja sebagai buruh pabrik di Kediri.

” Saya belajar menenun pada pengrajin tenun di Kediri, usai pulang kerja atau saat libur, saya menyempatkan diri belajar tenun kain secara tradisional, terang Alim.

Selang 5 tahun Alim memutuskan keluar dari pekerjaannya dan nekad pulang kampung sekaligus bertekad menjadi pengrajin tenun.

Memanfaatkan rumah sederhananya dan sedikit modal dari tabungan hasil kerjanya, Alim bersama istrinya mulai merintis usaha tenun kain di desanya. Diawal merintis Alim hanya memiliki 2 alat tenun.

Untuk branding Alim menandai produk tenunnya dengan nama Kupersae, dan setelah 2 tahun menggeluti usahanya kini Alim telah memiliki 12 alat tenun dan 12 Karyawan yang membantunya dalam menenun.

“Alhamdulillah sekarang ada 12 orang yang membantu pekerjaan saya, semuanya warga sekitar sini saja, sebelumnya mereka saya latih terlebih dahulu teknis menenun, dan setelah dirasa mahir bisa saya pekerjakan dan mendapat upah dari hasil tenunannya, jelas Alim.

Selama ini Alim mengandalkan pesanan dari pengusaha eksportir sarung dari kota tetangga, produk sarung tenun Alim sudah dipasarkan hingga Arab Saudi, Malaysia dan Singapura.

Iklan. Scroll untuk lanjutkan membaca.
artikelsubmit

Namun karena terkendala modal, Alim hanya mendapatkan upah kerja dari hasil tenunan sarung pesanan eksportir langganannya, dalam 1 Minggu, Alim dan karyawannya mampu memproduksi 50 buah sarung kain tenun. Selain sarung Alim juga mengerjakan kain tenun motif untuk fashion, sehari mampu memproduksi 1 kain tenun dengan harga 300 hingga 500 ribu rupiah.

20210521121650

Kepala desa Kedungrejo tunjukan sarung tenun hasil tenunan Alim kupersae

Untuk kain tenun motif yang baru saya kerjakan adalah motif Thengul, hasilnya tenunannya dititipkan di pasar atau bersama istrinya menjualnya dengan cara berkeliling di kota, namun karena masih pandemi pesanan tidak begitu banyak, ungkapnya.

Baca Juga :  Keripik Debog dan Mindek Sengon Yuni Tembus Pasar Kanada dan Singapura

Ditanya awak media bojonegoro.com terkait kendala dan harapannya, alim menyampaikan rumah produksi yang kurang representatif dan promosi pemasaran adalah kendala yang dialami selama ini, jelas Alim.

“Untuk itu saya berharap dapat bantuan promosi dan pemasaran dari pemerintah kabupaten Bojonegoro, agar tenun Bojonegoro bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas,” harap Alim.

Bagi masyarakat yang membutuhkan kerja sama, atau membeli produk tenun Kupersae bisa hubungi kontak Mochamad Alim di bawah ini.

Tlp 081330598258
WA 081216465135

Sementara itu kepala desa Kedungrejo, Ruslan abdul Ghani saat ditanya harapannya menyampaikan, ada potensi yang luar biasa di desa kami, maka saya berharap ada perhatian khusus dari dinas terkait guna pembinaan, dan bantuan modal agar UKM tenun ini bisa lebih berkembang, sehingga kedepannya pemdes Kedungrejo bisa memproyeksikan menjadi desa sentra industri tenun, ungkap Ruslan.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Copyright © 2020 Tim Digital Bojonegoro.com - Redaksi - Kontak

X