Bojonegoro.com – Ketua Desk Peninjauan Kembali dan Grasi Lembaga Pusat Dukungan Kebijakan Publik Bangka Belitung Firman Saputra SH mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bagi seluruh umat Hindu di Indonesia.
Firman Saputra selain lpdikenal sebagai praktisi hukum juga aktif dalam keorganisasian yang concern dengan isu-isu kemanusiaan, kebangsaan dan sosial. Dalam semua kegiatannya Firman selalu berupaya mempererat persatuan bangsa, kerukunan umat beragama.
“Rahajeng nyanggra rahina Nyepi Selamat Hari Raya Nyepi 2026, Tahun Baru Saka 1948 bagi seluruh umat Hindu. Selamat menjalankan Catur Brata Penyepian,” tutur Firman Saputra, Rabu (18/03/26).
Hari Raya Nyepi dirayakan dengan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yaitu dengan amati geni (tidak menyalakan api atau listrik), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Menurut dia, laku Catur Brata adalah proses dimana seseorang berusaha untuk dapat mengembalikan jiwa dalam kondisi bersih dan suci dengan cara berkontemplasi dimana tujuannya adalah untuk mencapai kedamaian hati.
Masih menurut Firman, Laku Catur Brata mirip dengan umat Islam saat melakukan sholat tahajjud, duduk bertafakur dalam kesunyian dan dalam keheningan, atau seperti saat menjalankan ibadah puasa, yang setelahnya diharapkan laku ini mampu mensucikan jiwa atau kembali ke fitrah.
“Terciptanya kesadaran diri akan fitrah sebagai hamba dan sadar akan tugasnya sebagai mahkluk, Itulah yang saya maksud dengan memperbaiki dunia dalam, sehingga tercapai keseimbangan dan keterhubungan kedekatan dengan Tuhan.
“Filosofinya demikian karena memang kita membutuhkan mengistirahatkan sejenak segala aktivitas untuk tafakur dan tadabbur akal dan jiwa agar meraih ketentraman dan kebahagiaan sejati,” Pungkas Firman Saputra. (*/Red)










































