Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini & Cerita

Ramadhan Bulan Musim Semi Kebajikan berbuah Pahala Surga

4197585836

Kehidupan sebagaimana esensinya merupakan ejawantah dari Yang Maha Hidup Allah Azza wa Jalla yang di dalamnya telah terinstal sistem yang niscaya semua manusia akan menjalani.

Manusia mendapatkan titipan ruh yang dengannya ia hidup dan tidak bisa tidak mesti menjalani kehidupan sesuai dengan takdir itu. Adanya siang dan malam, peredaran matahari sesuai garis edarnya, pergantian musim secara pasti, dan lain sebagainya.

Ketentuan penciptaan disediakan secara cukup bagi seluruh makhluk untuk menjalani kehidupan.

Sebagaimana adanya musim-musim yang ada di seluruh belahan dunia dan  dengan segala jenis karakteristiknya, maka telah ditentukan juga oleh Allah SWT satu musim semi pahala bagi umat Muhammad SAW, yaitu pada Bulan Ramadhan, maka bulan suci ini  adalah musim semi ampunan dan pahala dari Allah SWT.

Mengapa dikatakan sebagai musim semi, di bulan inilah menjadi  Musim insan-insan yang senang berbuat kebajikan.

Puasa memiliki berbagai dimensi dan dampak yang begitu banyak, baik dari sisi materi maupun maknawi (spiritual), dan yang paling penting dari semua dimensi yang ada adalah dimensi akhlak dan pendidikannya.

Perhatian utama menyangkut bulan Ramadhan adalah bahwa  manusia hampir sepanjang waktunya disibukkan dengan berbagai urusan dan banyak faktor yang menyebabkan manusia lupa pada Tuhannya.

Ramadhan seakan akan mendorong kita ke ngarai dengan insentif yang berbeda, dimana insan muslim  menemukan

kesempatan guna menaikkan jiwa kepada Allah dan menghiasi dirinya dengan etika-etika Ilahi.

Ramadhan menyediakan peluang peningkatan kualitas iman dan jiwa jauh lebih besar, tentu saja kesempatan peningkatan jiwa ada juga di luar bulan suci. Misalnya, shalat lima kali dalam sehari adalah kesempatan atau waktu dimana bisa mengangkat jiwa kita, memperbaiki diri kita, dan didalamnya sholat mampu  menghilangkan penyakit, dalam hal ini yang dimaksut adalah penyakit diri dan kelalaian ruhani.

Jika seseorang memperhatikan dengan benar apa yang tengah ia kerjakan selama shalat, dimana keadaannya sebelum dan sesudah shalat akan jelas–jelas berbeda.

Rasulullah Saw bersabda:

”Bulan Ramadhan adalah bulannya Allah azza wa jalla, bulan yang mana Allah swt melipat gandakan kebaikan dan menghapus keburukan (dosa), bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan untuk kembali pada Allah swt, bulan untuk bertaubat, bulan ampunan dari Allah serta bulan di bebaskan dari api neraka dan bulan kemenangan dengan mendapatkan surga, ketahuilah hendaklah kalian  menjauh dari setiap yang di haramkan di bulan ramadhan  dan perbanyaklah kalian membaca ayat suci Alqur’an, memohonlah hajat hajat kalian pada Allah swt di bulan ramadhan serta sibukkanlah kalian dengan berdzikir pada Allah. Jangan kalian menjadikan bulan ramadhan di sisi kalian seperti bulan bulan yang lainnya. Karena sesungguhnya bulan Ramadhan memiliki kehormatan dan keutamaan di sisi Allah atas seluruh bulan. Dan janganlah di jadikan pada bulan Ramadhan hari hari puasa kalian seperti hari hari kalian berbuka.”

Ada doa dan munajat khusus yang dianjurkan selama 29 atau 30 hari pada bulan puasa di samping lima shalat fardhu dan shalat nafilah yang siapa pun selalu bisa melakukannya, yang memberikan cahaya benderang bagi manusia. Doa – doa ini telah diwariskan kepada kita. Kita telah diajar bagaimana berbicara dengan Allah dan meminta-Nya serta bermunajat dengan-Nya. Sekiranya untaian kalimat dalam doa-doa tersebut yang diwarisi dari Nabi dan para pewarisnya tidak diteruskan, niscaya orang-orang tidak bisa memahami bagaimana cara ia berkomunikasi dengan Tuhan dengan untaian kalimat tersebut dan memohon kepada Allah SWT.

Puasa di bulan Ramadhan menyiapkan pijakan spiritual bagi orang yang berpuasa dan menyiapkannya untuk mendapatkan karunia Ilahi. Semua ibadah yang dijalankan selama bulan ini praktis memberikan serangkaian kegiatan rekonstruksi manusia dan mengosongkan diri dari penyimpangan dan degenerasi.

Poin utamanya adalah bahwa seseorang dapat melampaui jalan ini menuju Allah di bulan Ramadhan dan adalah mungkin untuk berbuat demikian. Di bulan Ramadhan ini bila dimanfaatkan secara penuh oleh seorang mukmin, Allah SWT akan memberinya banyak cahaya sehingga orang bisa melihatnya ketika bertemu dan berbicara dengannya.  Inilah momentum yang tepat dan harus dimanfaatkan dan Ramadhan memberikan peluang yang besar untuk itu.

Untuk memperoleh kedekatan dengan Allah, siapa pun harus meninggalkan segala macam dosa. Mendirikan ibadah – ibadah fardhu dan sunnah, termasuk doa-doanya, terutama adalah mencegah diri dari berbuat dosa, Ini membutuhkan ketakwaan dan integritas, yakni elemen terpenting yang harus diambil oleh siapapun. Adalah kejujuran yang mencegah manusia dari melakukan dosa. Dosa tidak membiarkan seseorang untuk mencapai tepian samudra luas pengampunan ilahi dan mendapatkan manfaat darinya. Dosa tidak membiarkan kita guna mengambil manfaat bagi kita sendiri. Menjauhkan diri dari dosa-dosa merupakan syarat penting.

Sudah tentu, dosa-dosa itu berbeda. Ada dosa individual, ada dosa sosial. Ada juga dosa-dosa yang dilakukan oleh tangan, mata, lidah, atau anggota tubuh lainnya. Barangkali dosa-dosa tidak tersembunyi bagi kaum muslim. Mereka tahu apa itu dosa.

Siapa saja yang mendirikan shalat, menunaikan ibadah-ibadah sunnah dan melaksanakan kewajiban-kewajiban agamanya, tetapi pada saat yang sama tidak mencegah diri dari berbuat dosa dan maksiat bisa diibaratkan dengan seseorang yang terkena batuk dan meminum obat untuk menyembuhkan dirinya namun pada saat yang bersamaan menyantap makanan yang berbahaya bagi kesehatannya. Tentu saja, obat tersebut itu tidak ada efeknya.

Sangat penting untuk selalu mencoba menjauhkan diri dari dosa di bulan Ramadhan dengan amal dan pencegahan. Jika seseorang menjauhkan dirinya dari dosa, maka jalan akan terbuka baginya untuk mengangkat dirinya secara spiritual dan ia akan mampu menempuh perjalanan spiritual yang telah ditentukan bagi manusia. Akan tetapi, dengan beban dosa, perjalanan ini akan menjadi mustahil. Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menjauhi dosa.

Dalam hadits disebutkan pada 10 hari pertama disebut penuh dengan rahmat, fase pertengahan atau 10 hari kedua yakni penuh ampunan dan 10 hari ketiga atau fase terakhir yakni pembebasan dari api neraka.

“Telah diriwayatkan dari Salman bahwa Ramadhan adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, di pertengahannya penuh ampunan dan fase terakhirnya pembebasan dari api neraka”.(HR Al Baihaqi dalam Syu’bul Iman).

Masih ada kesempatan di 10 hari pertengahan dan 10 hari di fase akhir dalam ramadhan ini, mari semua berlomba lomba menjadi tamu Allah SWT yang baik, dengan cara menghormati tuan rumah dengan melakukan hal hal yang membuatnya senang.

Semoga bermanfaat, selamat menjadi tamu Tuhan dan semoga kita semua keluar sebagai pemenang.

 

Penulis :

Mujiburrahman Psy

Sekjen Brains community Bojonegoro.

 

.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Thengul merupakan kesenian khas yang telah menjadi identitas Kabupaten Bojonegoro mampu menarik perhatian banyak pihak, inilah yang menjadi dasar Tim Badan Pengembangan...

Kabar

Bojonegoro.com – Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) MARGO SASONO KARYO MULYO Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro mengikuti misi dagang dan investasi bersama...

Kabar

Bojonegoro.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesian (PSMTI) kabupaten Bojonegoro kembali melakukan kegiatan sosial dengan membagikan ratusan sembako, kali ini menyasar Bojonegoro bagian barat...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Bupati Anna Mu’awanah menggelar pertemuan dengan badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan sejumlah organisasi mahasiswa Bojonegoro di rumah dinas Jumat, 20/05/2022. Kesempatan tersebut...

X