Connect with us

Hi, what are you looking for?

Peristiwa

Ratusan Guru Ngaji, Demo Kejari Tuntut Shodikin Dibebaskan.

IMG 20211103 WA0034

Bojonegoro.com –  Ratusan guru mengaji perwakilan dari sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Bojonegoro, menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Jawa Timur, mereka mendatangi Kejari unjuk rasa menuntut  agar tersangka Shodikin, yang ditahan oleh Kejari setempat dibebaskan. Rabu, 03/11/2021

Koordinator “Aksi Solidaritas Forum Pejuang Qur’an, Muhammad Yasin menyampaikan tiga tuntutan kepada Kejari Bojonegoro.

Pertama, massa menuntut agar Shodikin, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan Operasional (BOP) TPQ oleh Kejari Bojonegoro dicabut statusnya sebagai tersangka atau dibebaskan dari segala tuntutan.

“Karena Pak Shodikin tidak bersalah. Data dari Kejari Bojonegoro ngawur,” kata Yasin dalam orasinya.

Tuntutan kedua, massa aksi menuntut agar Kejari Bojonegoro menghentikan pemeriksaan terhadap para guru TPQ, Lantaran dengan adanya pemeriksaan kepada para guru ngaji, aktifitas pendidikan Al-Qur’an di TPQ dimana terdapat guru ngaji yang diperiksa menjadi terganggu.

“Kasihan santri kami, kasihan keluarga para guru ngaji, kami lelah, kami capek dengan pemeriksaan,” Teriaknya.

Tuntutan ketiga yang disuarakan pendemo adalah agar nama baik TPQ dan khususnya para guru ngaji dipulihkan.  Massa juga menuntut agar Kepala Kejari menemui mereka, bukan hanya perwakilan saja. Saat itu massa sempat ditemui oleh Kasi Intel Kejari Bojonegoro, Edward Naibaho, namun massa tetap ngotot bertahan di depan Kantor Kejari, hingga Kajari bersedia menemui mereka.

Sembari menunggu ditemui Kajari, massa pendemo yang terdiri para santri, wali santri, dan para guru ngaji menggelar istighotsah dengan membentangkan poster dan spanduk bertuliskan beragam aspirasi. Diantaranya,” Pak Shodikin Tidak Bersalah, Bebaskan Pak Shodikin, Hentikan Penyidikan Guru Qur’an, Hentikan Kriminalisasi Guru-Guru TPQ”, dan puluhan kalimat serupa yang menuntut pembebasan Shodikin

Selang beberapa waktu,, Kepala Kejari (Kajari) Bojonegoro, Badrut Tamam , Turun menemui para pengunjuk rasa, untuk menanggapi tiga tuntutan yang disampaikan. Badrut Tamam menjelaskan, bahwa saat masuk menjadi Kajari sejak tiga bulan lalu, kasus dugaan korupsi bantuan untuk TPQ yang ia tangani sudah masuk pada tahap penyidikan.

Sehingga dari bukti-bukti yang ia peroleh dari tim, pihaknya untuk sementara menetapkan SDK sebagai tersangka, dan penetapan itupun bukan tanpa dasar namun berasal dari fakta-fakta yang diperoleh oleh tim kejaksaan.

“Karena itulah, Insya Allah penetapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya dihadapan pendemo.

Mengenai tuntutan agar tersangka SDK dibebaskan, Badrut menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Dimana semua ada aturan mainnya. Ia juga mempersilakan para pendemo mengajukan fakta yang diperoleh para pendemo jika memang perbuataan yang dilakukan SDK diyakini tidak menyimpang dari peraturan hukum. Tetapi ada ranah tersendiri untuk menyampaikan hal itu.

“Silakan Bapak sekalian mengajukan semua sesuai apa yang telah Bapak sampaikan tadi, tetapi ada ranahnya, yakni di persidangan,” tegas pria asli Madura ini.

“Kalaupun ada yang dilakukan oleh tim kami, atau yang dirasa oleh bapak tim kami melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, yaitu pra peradilan,” sambungnya.

Bahkan mengenai tuntutan pembebasan Shodikin, Badrut Taman mempersilakan para pendemo mengajukan ke Kejari Bojonegoro. Namun berpijak pada pikiran yang jernih dan sesuai aturan perundang-undangan.

“Silakan ajukan ke kami mungkin penangguhan atau apa, monggo Pak, kami akan mengkaji, tentunya prosesnya sesuai aturan hukum dan fakta yang ada. Bahkan jika ada anak buah saya yang dianggap menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang ada, laporkan ke kami. Kita semua sama di mata hukum. Semua kami lakukan terbuka, tidak ada yang tertutup,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan Badrut Tamam, Yasin perwakilan pendemo mengucapkan terima kasih, namun demikian Yasin mengutarakan akan tetap melakukan langkah guna memperjuangkan Shodikin,  bagi mereka Shodikin adalah figur perjuangan TPQ di BojonegoroS.

Setelah berhasil bertemu Kajari Badrut Tamam, pendemo membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan pihak kepolisian.(*)

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penyewa rumah kos yang terindikasi melakukan pelanggaran tindak asusila, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro langsung bergerak...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Sanggar Anglingdarma Bojonegoro kembali memamerkan karya -karya epiknya dengan mengusung tema Impian Cita dan keinginan dikemas dalam malam pentas seni bersama ratusan...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Sebagai wujud syukur atas nikmat dan rahmad Tuhan sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur, Pemerintah Kelurahan Banjarejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro akan menyelenggarakan sedekah...

Kabar

Bojonegoro.com – Jakarta – Polres Bojonegoro berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Pelayanan Prima dari hasil Penilaian dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP)...

X