Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuliner

Sajian Unik, Tape Pelangi Daun Ploso Khas Khayangan Api

IMG 20210512 WA0059

Bojonegoro.com – Warga Bojonegoro tentu sudah tidak asing lagi dengan wisata Khayangan api, sebuah tempat wisata yang memiliki nilai sejarah dan eksotika alamnya.

Namun tak banyak yang tahu dan mengenal, sekitar desa yang ada di sepanjang wisata khayangan api terdapat perajin tape ketan dari daun ploso.

Tape ketan adalah makanan dari hasil fermentasi antara ketan putih dan campuran ragi, jika biasanya tape kerap kita jumpai memiliki ciri khas berwarna hijau pandan. Namun tape produksi Efi Hiftiyanti, asal Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ini terbilang cukup unik. Pasalnya produksi tape ketan yang telah ia lakoni selama tiga tahun ini menyajikan kuliner tradisional tape ketan pelangi. Mulai dari varian tape ketan putih, merah daun suji, hijau daun pandan, tape ketan hitam bahkan tape ketan ungu.

“Produksi tape ketan awalnya turun temurun, karena semakin banyak peminat akhirnya mulailah berinovasi penyajian tape pelangi supaya tampak lebih menarik,” ungkap Wanita 25 tahun.

Setiap harinya Efi mampu memproduksi hingga 5 kilogram ketan, bahkan ketika ramai pemesanan bisa mencapai 10 kilogram tape ketan. Seperti pada umumnya, proses produksi tape ketan terbilang cukup sederhana namun membutuhkan kesabaran ekstra.

“Setiap hari bisa 5 kilogram ketan, katakanlah satu kilogram bisa jadi 6 ikat tape pelangi,” imbuhnya.

Satu ikat tape ketan pelangi evi menjualnya dengan harga yang cukup terjangkau untuk para konsumen, yakni seharga Rp 10.000 berisi 10 bungkus tape pelangi.

Untuk penjualan tape ketan pelangi, evi memanfaatkan jejaring sosial media bahkan mendirikan lapak di sekitar outlet wisata khayangan api maupun pusat oleh-oleh yang ada di sekitar taman rajekwesi Bojonegoro. Tak kalah menarik bahkan telah merambah konsumen hingga luar Kota sebanyak 300 bahkan 400 ikat tape ketan.

Baca Juga :  Hiasan Dinding Olipa Design, Bingkai Kenangan Kelahiran Anak Dengan Manis.

“Saya jualnya Rp 10.000 satu ikat isi 10 bungkus tape ketan, karena memang terfokus untuk oleh-oleh khas kuliner Bojonegoro, saya manfaatkan lokasi wisata yang memang strategis untuk penjualan. Tiap tiga minggu sekali juga rutin mengirim luar Kota,”seloroh wanita asal Sendangharjo.

Iklan. Scroll untuk lanjutkan membaca.
artikelsubmit

Wanita yang akrab disapa mbak Evi juga berharap, produksi oleh-oleh kuliner tradisional tape ketan miliknya selain dikenal sebagi kuliner khas Bojonegoro juga bisa merambah produksi hingga seluruh Kota se-Indonesia.

Harapan semua pelaku usaha adalah geliat perekonomian industri kecil menengah (IKM) Bojonegoro bisa bangkit kembali di tengah Pandemi Covid-19.

“Harapan kami melalui produksi tape ketan pelangi nantinya bisa dikenal di seluruh Indonesia kuliner tradisional khas Bojonegoro, terlebih memang sasaran penjualan di lokasi wisata,” punkas Evi.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Baca Artikel Lainnya

UKM

Bojonegoro.com – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bojonegoro mengikuti pameran produk lokal di Surabaya, Pameran sehari bertema UKM Mendunia Bersama Bank Jatim itu...

Kabar

Bojonegoro.com –Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2021, Polres Bojonegoro menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Donor Darah di...

Kabar

Bojonegoeo.com – Surabaya – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., melakukan pengecekan posko-posko penyekatan di arus jembatan Suramadu baik disisi Surabaya...

Kabar

Bojonegoro.com – Ratusan warga Dusun Medayun, Desa Margomulyo kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro mendatangai balai desa Margomulyo untuk mempertanyakan kejelasan status masjid Sabilul Muttaqin yang...

Copyright © 2020 Tim Digital Bojonegoro.com - Redaksi - Kontak

X