Bojonegoro.com – Keluarga Samin Sedulur Sikep Desa Margomulyo Kabupaten Bojonegoro menyerahkan secara resmi tanah pusaka petilasan Eyang Samin Surosentiko kepada Pemerintah kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan kemudian disemayamkan di galeri Samin museum Rajekwesi Bojonegoro.
Mas Bambang Sutrisno tetua keluarga sedulur Sikep Samin mewakili segenap keluarga besar menyerahkan langsung tanah petilasan kepada Kepala Dinas Disbudpar Bojonegoro, Elsadeba Agustina yang dilaksanakan di museum Rajekwesi jl Pahlawan no 02 Bojonegoro, Kamis (18- Juni-2026) dengan disaksikan keluarga Sedulur Sikep dan tamu undangan.
Prosesi penyerahan tanah pusaka petilasan Eyang Surosentiko cukup kental dengan aura magis dimana wewangian dari asap dupa memenuhi ruangan dan menjadikan suasana hening.
Penyerahan dan persemayaman tanah pusaka untuk mengisi galeri Samin ditandai dengan pemotongan pita oleh mas Bambang Sutrisno dengan didampingi Kepala Disbudpar, Elsadeba Agustina dan Kepala Desa Margomulyo.
Dalam sambutannya Mas Bambang Sutrisno menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah kabupaten Bojonegoro yang peduli dengan kelangsungan kelestarian ajaran Samin.
“Mewakili keluarga besar Samin Sedulur Sikep, saya mengucapkan banyak terimakasih, ini bukan hanya penyerahan tanah semata, namun ini adalah bentuk apresiasi dan penghormatan kepada leluhur kami eyang Samin Surosentiko berikut ajarannya” ucap mas Bambang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, elsadeba Agustina menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya kepada keluarga Sedulur Sikep, dimana Museum Rajekwesi Bojonegoro dipercaya menjadi tempat persemayaman terakhir tanah petilasan Eyang Surosentiko dan menjadi koleksi museum.
“Semoga dengan disemayamkan tanah petilasan Eyang Surosentiko ini minat warga mengunjungi museum menjadi bertambah, khususnya para pelajar lebih antusias untuk belajar dan mengenal siapa Eyang Samin Surosentiko, apa dan bagaimana ajaran Samin” ujarnya.
Saat ini warga Bojonegoro bisa mengetahui Samin dan ajarannya di galeri Samin museum Rajekwesi, dimana Disbudpar melengkapi galeri dengan silsilah keluarga Samin, ajaran Samin, pakaian khas adat Samin dan bisa berswa foto di depan patung Eyang Samin Surosentiko.

Gunting Pita menandai tanah pusaka petilasan Eyang Surosentiko menjadi bagian dari galeri Samin museum Rajekwesi Bojonegoro
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Bojonegoro Deny Ikke menjelaskan bahwa niat untuk melengkapi museum dengan semua hal berkaitan dengan Samin yang telah lama menjadi cita-cita Disbudpar kini telah terwujud.
“Samin tidak hanya sepenggal cerita sejarah, Samin adalah rangkain budaya yang diwariskan untuk bangsa dan penerusnya, menjadi suatu kebanggaan Disbudpar bisa menjadi bagian kecil untuk membantu mewujudkannya” tutur Deny.
Lebih lanjut Deny Ikke menyampaikan, setelah serah terima secara resmi tanah pusaka petilasan Eyang Surosentiko ini, terbuka juga bagi masyarakat luas yang mungkin memiliki koleksi peninggalan yang berkaitan dengan Samin, bisa berkoordinasi dengan Disbudpar mungkin berkenan menyerahkan koleksinya untuk mengisi galeri.
“Kami berencana membuka pintu bagi masyarakat Bojonegoro yang mungkin memiliki koleksi peninggalan Samin, tapi tentu saja melalui verifikasi dan dan persetujuan keluarga sedulur Sikep terlebih dahulu” jelas Deny.
Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro melakukan upaya pemindahkan tanah makam leluhur masyarakat Samin, yakni Samin Surosentiko dari Sawahlunto, Sumatera Barat ke Bojonegoro. Saat itu prosesi serahterima tanah makam Mbah Samin Surosentiko, dari Pj Bupati Bojonegoro kepada ahli waris Samin Surosentiko, hal itu terjadi 20/ Februari 2024. Pemindahan tanah makam ini diharapkan bisa menjadi aset budaya lokal yang terus dilestarikan.










































