Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kabar

Seniman Asal Genjor, Membuat Sepeda Dari Alat Bajak Sawah

IMG 20200726 081212 scaled

Bojonegoro -Bersepeda menjadi Trend baru ditengah wabah covid-19, semua lapisan masyarakat, menjadi gemar memancal pedal sebagai sarana olahraga dan rekreasi bersama teman dan keluarga. Bermunculan sepeda dengan bentuk dan inovasi baru,semua menjadi gila bersepeda. Trend bersepeda yang mewabah di masyarakat ini, menggoda ide seniman lokal Exson Dwi Sulaksono membuat sepeda sendiri.

Umumnya rangka sepeda terbuat dari bahan besi atau alumunium, Namun Exson membuat karya sepedanya dari alat membajak sawah yang terbuat dari kayu.

Minggu pagi 26/07-20, Exson mengayuh sepeda kayunya menerobos kerumunan orang yang lagi berjalan kaki dan asyik berolahraga di alun-alun Bojonegoro.
Kehadiran sepeda kayu yang unik, sontak menjadi perhatian pengunjung alun-alun kota Bojonegoro.

IMG 20200726 081425

Sepeda kayu Exson menarik perhatian banyak orang saat di alun-alun Bojonegoro

Banyak orang mendekat dan tak sedikit warga yang meminta berfoto dengan sepeda Karya Exson.

Ditemui awak media di sekitar batu Semar, Exson yang mengontel sepedanya bersama teman teman klub sepeda nyasar (nyari sarapan) menjelaskan, Ide membuat sepeda dari kayu ketika melihat semua orang mendadak suka bersepeda, saya harus membuat sepeda yang berbeda dengan kebanyakan orang, jelasnya.

“Kebetulan Orang tua bisnis jual beli kayu antik, lesung, lumpang, kursi, bajak sawah dan barang antik lainya.
Masa pandemi dagangan bapak lama tidak laku terjual.
Barang antik dari kayu banyak mangkrak dirumah.

Maka tercetuslah ide membuat sepeda dari kayu luku (alat membajak sawah),
Exson mengaku pembuatan sepedanya butuh waktu 2 Minggu pengerjaannya dan Biaya pembuatan sekira 4 juta.

5 hari yang lalu sepeda kayu ini baru saja jadi, dan telah dilakukan ujicoba. “Saya coba pakai berkeliling desa, ternyata nyaman juga saat diayuh”,

Baca Juga :  Bekerja Dengan Hati

“Mumpung hari Minggu, sengaja sepeda kayu ini, saya pakai gowes bersama teman-teman menuju alun-alun Bojonegoro,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Exson masih menikmati sepeda kayu buatannya itu. Belum ada niatan dijual, tapi kalau ada yang minat, bisa pesan, nanti saya buatkan, pungkasnya

Bagikan :
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

Seni dan Budaya

Bojonegoro – Wayang kulit adalah kesenian asli Indonesia, tepatnya kesenian dari Jawa, Seorang dalang memainkan lakon dengan penokohan wayang, Sesuai namanya wayang kulit, pembuatan...

Kabar

Bojonegoro – Di Masa Adaptasi kebiasaan baru era Pandemi covid-19, Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menyelenggarakan sholat idul adha dengan tetap memberlakukan protokol Covid-19. Hari...

Seni dan Budaya

Bojonegoro-Sonip, (48thn) Seniman seni kriya asal Purwosari,kecamatan Purwosari,kabupaten Bojonegoro,selain di kenal sebagai seniman kriya, juga di kenal masyarakat Purwosari dan sekitarnya sebagai aktifis sosial...

Kabar

Bojonegoro– Waktu penyembelihan hewan kurban adalah 4 hari, 10 Dzulhijah, hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Waktu penyembelihan berakhir dengan tenggelamnya matahari di...

Opini & Cerita

Bekerja dengan hati mengingatkan akan arti pentingnya sebuah komitmen dan tanggung jawab dalam tugas yang diemban seseorang agar bisa bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan...

Seni dan Budaya

Bojonegoro -Indonesia kaya akan ragam seni, mulai dari seni rupa murni, seni rupa terapan hingga seni rupa kriya. Seni kriya merupakan jenis karya seni...

Kabar

Bojonegoro – Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 31 Juli 2020 ini masih di tengah pandemi Corona Virus...

Kabar

Bojonegoro – Selasa,03/09/20, 17 Agustus diperingati sebagai hari Kemerdekan Republik Indonesia, tahun ini Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-75. Semua ruas jalan, baik jalan kota...