Connect with us

Hi, what are you looking for?

Bojonegoro.com

Ekonomi

Sepintas Sejarah Pasar Burung di Bojonegoro, Selalu Berpindah Tempat Sejak Era 80-an

Bojonegoro.com – Mengulas sejarah tak ada habisnya. Bercerita dari masa ke masa mengantar seseorang pada refleksi tata kehidupan masa lampau, termasuk tata bangunan perkotaan. Seperti keberadaan pasar burung di Kabupaten Bojonegoro.

Situs Leiden University Libraries melalui digital collection pada menu Dutch Colonial Maps Kit, mengantarkan saya mengetahui sejarah keberadaan pasar hewan di era tahun 40-an. Berselancar pada peta yang masa itu masih dengan ejaan lampau yakni Bodjonegoro.

Bertemu pemerhati sejarah R. Ngastasio Kerto Negoro membawa lebih terang. Mbah Ngas, sapaan akrabnya, mengajak saya menelusuri masa lampau Bojonegoro lewat peta. Tertulis 1st Edition atau edisi pertama pada April 1946. Digambarkan, ada 21 titik bangunan vital pada masa itu. Menjadi unik dan menarik, bagaimana letak tata bangunan kala itu, yakni 76 tahun kemudian atau tepatnya di 2022.

Penyusuran titik-titik bangunan pun dilakukan. Tampak masih ada beberapa titik lokasi yang tidak berpindah. Misalnya Masjid Agung Darussalam dan letak alun-alun. Begitu pula beberapa titik keberadaan pasar yang saat ini masih difungsikan sebagai kegiatan berdagang. Beberapa di antaranya pun masih ada beserta fungsinya.

“Misal, poin ke-15 adalah tata letak bangunan rumah ahli kehutanan. Tertulis Forester’s house. Dari tiga lokasi forester house di Jalan Teuku Umar masih sebagai rumah pegawai Perhutani. Tapi untuk di Jalan Sawunggaling beberapa telah berubah fungsi menjadi kafe. Sementara di tahun tersebut baru ada Cattle Market atau pasar hewan pada poin 1. Dengan satwa yang diperjualbelikan berupa sapi,” jelasnya sambil menelusuri peta digital itu.

Berbicara pasar hewan, pada 1907 di situs yang sama pada menu Southeast Asian & Caribbean Images, dokumentasi foto dalam Bahasa Belanda tertulis Javaanse Koeien Op Een Tentoonstelling te Bodjonegoro in 1907. Artinya, Sapi Jawa pada pameran di Bodjonegoro pada tahun 1907.

Baca Juga :  Permudah Layanan Kredit Pemegang KPP, Tersedia Payment Point BPR di Pasar Wisata

“Berdasar KITLV Leiden, pameran sapi jawa yg diadakan di Bojonegoro tahun 1907 juga bisa jadi petunjuk mulai ada dan maraknya pembiakan sapi jawa untuk diperdagangkan. Terkait pasar khusus burung baru ada secara khusus pada dekade awal 80-an,” jelasnya.

 

Seriring perkembangan zaman, jual beli hewan ikut berkembang. Pasar burung mulai muncul tahun 1980 an. Keberadaan pasar burung ini mengalami beberapa kali pindah tempat. Jika dikaji berdasarkan data dan pengalaman beberapa narasumber, sekitar tahun 80 an hingga tahun 90-an awal, pasar burung berada di belakang Satlantas Bojonegoro yang dulu gedung Polwil Bojonegoro, atau tepatnya di Jalan Trunojoyo Utara dan Jalan Hayam Wuruk.

Namun, pada saat itu dinilai menganggu lalu lintas. Sehingga tak lama kemudian lokasi pasar burung pindah ke atas tanggul, yang kemudian dikenal dengan Taman Bengawan Solo (TBS).

“Pasar burung di TBS waktu itu sekitar tahun 1995-1996. Namun seperti yang kita ketahui tempatnya tidak terlalu luas. Tidak cukup untuk lomba,” ujar Mbah Ngas, pecinta burung, konsumen, hingga penjual burung tahun 1996 ini.

Lokasi pasar burung menempati TBS dalam waktu lama. Hingga 27 November 2022, akhirnya Pemkab Bojonegoro merelokasi Pasar Burung dan diresmikan di eks Pasar Sapi Banjarejo. Pasar Burung Bojonegoro saat ini bernama Pasar Burung Buana Lestari.

Relokasi, jelasnya menjadi hal wajar untuk penataan kota yang lebih dinamis, modern, dan tertata rapi. Keberadaan pasar burung dalam jangka panjang pembangunan, dapat menjadi salah satu identitas suatu daerah. Bahkan menjadi destinasi wisata jujugan seperti halnya Pasar Hewan Splendid di Malang atau Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY). Lokasi yang teduh hingga tempat yang luas menjadi lokasi nyaman dan asri yang ketika pendatang bertandang, atau para pedagang hingga pecinta hewan, pasar burung akan melekat dibenak.

Baca Juga :  Kembali Tilik Pasar, Bupati Anna Suport Pedagang dan Borong Sayuran Segar

Ke depan, pasar burung diharapkan tidak hanya menjadi lokasi jual beli burung. Namun juga berkembang ke transaksi seperti ikan hias ataupun hewan kecil lainnya. Kebersihan pun juga perlu dijaga bersama.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Olahraga

Bojonegoro.com – Dua pesilat PSHW (Persaudaraan Setia Hati Winongo) Cabang Bojonegoro berhasil membawa satu medali emas dan satu medali Perunggu dalam kejuaraan pencak silat...

Pendidikan

Bojonegoro.com – Bupati Bojonegoro bersama OPD terkait mengundang elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Bojonegoro untuk melakukan diskusi bersama membahas tentang kemajuan Bojonegoro kedepan....

Kabar

bojonegoro.com –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro meraih penghargaan sebagai satuan kerja (satker) mitra kerja Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro dengan nilai IKPA...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, di Jalan Veteran, Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, telah selesai dan diresmikan...

X