Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuliner

Srabi Jantur, tembus Taman mini Indonesia Indah..

IMG 20200627 WA0000

Bojonegoro,Serabi, adalah makanan jenis panekuk, makanan tradisional asli Indonesia, ada yang menyebut serabi soerabi atau srabi sama saja, yaitu makanan dengan bahan dasar tepung beras dan santen kelapa. ada rasa manis dan rasa gurih.

Srabeh, adalah sebutan lain untuk srabi Bojonegoro. Srabi Bojonegoro memiliki ciri khas tersendiri, cara memasaknya masih dengan tungku dari tanah liat, perapiannya mengandalkan kayu bakar, Srabi Bojonegoro rasanya gurih, umumnya ada 2 penyajian, srabi dengan serutan kelapa dan srabi santan.

Untuk Srabi kelapa agar lebih gurih, ditambah taburan sambal srabi, bumbu tambahan yang biasa ditabur bersama parutan kelapa,sambal srabi, terbuat dari kedelai yang dihaluskan dan dikasih bumbu, ini yang menjadikan Srabi Bojonegoro berbeda dengan serabi dari kota lain, rasanya gurih.

Rasa yang khas, proses memasak dan penyajiannya yang masih tradisional membuat orang yang merantau rindu akan srabi, dan menjadi kuliner wajib saat pulang kampung.

Disetiap desa yang tersebar di 28 kecamatan, dipastikan ada yang berjualan srabi, tidak semua bertahan, ada yang berhenti dengan berbagai alasan, tetapi selalu aja yang menggantikan berjualan srabi.

Seperti srabi Jantur dijalan Lettu suyitno, Mulyoagung kecamatan kota Bojonegoro. Adalah Mbah Yasmi, yang berjualan srabi sejak 1997, masyarakat mengenalnya srabi jantur ngisor asem.
Setelah Mbah Yasmi meninggal, dua tahun yang lalu, anaknya Dariyani menggantikannya.

Dulu, ibu saya (Mbah Yasmi) pasangan jualannya sama Mbah Diyem, untuk menjaga rasa dan ciri khasnya, Mbah Diyem masih saya pertahankan menggantikan ibu untuk menggoreng srabi, dan Mbak Kus itu, anaknya mbah Diyem, sambil menunjuk wanita yang bertugas membuat minuman kopi, atau teh, jelas Mbak Dariyani.

Srabi jantur berjualan mulai pukul 1 dini hari hingga shubuh, rasanya yang gurih dan testur srabinya yang empuk, membuat pelanggannya tetap setia meski harus menembus dinginnya malam untuk menikmati srabi Mbak Dar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mboni (25 Thn) warga Desa Campurejo, saya suka srabi sini mas, rasanya gurih, enak, lembut.. neng ilat lunyu (di lidah terasa licin) selorohnya.

FB IMG 1593692051708

Srabi jantur yang gurih dan lembut.

Kelezatan srabi Mbah Yasmi memang melegenda, tak heran, pemerintah kabupaten Bojonegoro, pernah mengikutsertakan srabi Mbah Yasmi dalam sebuah acara festival makanan tradisional di Taman mini Indonesia Indah (TMMI) di tahun 2017 silam.

Baca Juga :  Sego Buwuhan Godong Jati dan Aneka Sambelan Ndeso Mbak Tita, Cita Rasa Nusantara, Harga Biasa.

Lain lagi dengan Dwi (30 Thn) penjual srabi yang berjualan di jalan Trunojoyo Bojonegoro. Buka lapak dari shubuh hingga jam 8 pagi. Berjualan Srabi sudah 10 tahun,letak lapaknya yang strategis, menjadikan srabinya cepat dikenal dan cepat punya pelanggan.

FB IMG 1593692308018

Dwi, penjual srabi alun-alun bojonegoro

Sulis ayu (35 Thn) adalah salah satu pelanggan setia, pertama kali Mbak Dwi jualan di alun alun, depan Mbah Balok itu, 10 tahun yang lalu, saya sudah jadi penikmat srabinya, jelas Sulis.

Bojonegoro memiliki banyak jenis makanan tradisional, tetapi srabi punya tempat sendiri dihati penikmatnya, kenangan masa kecil menjadikan Srabi selalu dirindu.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

X