Connect with us

Hi, what are you looking for?

Seni dan Budaya

Sonip,Seniman Kriya Peduli Anak, Ajarkan Nilai Budaya di Sekolah Alamnya.

IMG 20200730 WA0015

Bojonegoro-Sonip, (48thn) Seniman seni kriya asal Purwosari,kecamatan Purwosari,kabupaten Bojonegoro,selain di kenal sebagai seniman kriya, juga di kenal masyarakat Purwosari dan sekitarnya sebagai aktifis sosial yang aktif di sekolah alam seni rupa.

Bersama teman temannya Komunitas mbah Gerit,Purwosari, Sonip mendirikan sekolah alam seni rupa, dimana sekolah alam ini mengajarkan kepada anak-anak usia dini, dasar dasar menggambar,tehnik menggambar, cara mewarnai yang baik.

Berdiri mulai tahun 2017, sekolah alam seni rupa Mbah Gerit saat ini mempunyai puluhan siswa dan kelangsungan belajar mengajar sekolah alam seni menempati lokasi kampung wisata desa Purwosari, anak didik yang mengikuti sekolah alam tidak ditarik biaya sepersenpun, alias gratis.

Baca juga : Supartono,Pengrajin Wayang Kulit Bojonegoro Yang Masih Eksis Di Tengah Keterbatasan Modal.

Tidak hanya mengajarkan dasar-dasar menggambar,sekolah alam seni rupa Mbah Gerit juga mengajarkan pendidikan budi pekerti, dengan mengenalkan kultur budaya Jawa yang adiluhung, bagaimana tatakrama menghadapi orang yang lebih tua, etika dalam pergaulan dan bermasyarakat.

Sonip,ayah 2 anak ini, saat ditemui awak media di lokasi sekolah alam, mejelaskan, tujuan awal saya bersama teman seniman mendirikan sekolah alam ini adalah untuk mengembangkan bakat seni anak-anak Purwosari dan sekitarnya, sekaligus mendidik Budi pekerti yang semakin kesini semakin luntur, jelasnya.

Lebih lanjut sonip menyampaikan sekolah alam yang dibinanya selain mengajarkan teknik dasar menggambar kami juga mengajarkan pelajaran Budi pekerti, kita ajarkan budaya antri sebagai bentuk menghargai keberadaan orang lain.

Sekolah alam Mbah Gerit juga mengenalkan dan mengajarkan dolanan tradisional, dimana dolanan tradisional itu mempunyai nilai filosofi yang kuat untuk memupuk rasa kebersamaan, semua dolanan tradisional mengandung pelajaran bersosialisasi, beretika dan bekerjasama dengan baik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kesimpulannya, pembentukan karakter suatu kelompok atau individu kembali pada aturan emas,(Golden Rules) atau aturan timbal balik, yaitu perlakukanlah orang lain selayaknya memperlakukan diri sendiri. karena perilaku kolektif suatu masyarakat ditentukan dari perilaku para individunya, itu yang kita tekankan di sini tegas,Sonip

Baca Juga :  Sandur Rumah "Selendang Kuning" Karya Oky Persembahan Apik Seniman Bojonegoro di Masa Pandemi.

Untuk menunjang sekolah alamnya, dan guna memperkaya khasanah ilmu seni rupa,Sonip sering mendatangkan seniman dari luar Bojonegoro, untuk datang memberi materi kepada anak didiknya.

Disinggung tentang pendanaannya, Sonip mengatakan, ” Peralatan seni, anak- anak membawa sendiri dari rumah, Lokasi kita menempati aset Desa,tanpa dipungut biaya, diluar itu, seperti mendatangkan pelatih dari luar, menyediakan alat peraga untuk pelajaran seni, dan kebutuhan yang lainnya, saya merogoh kantong sendiri mas, tidak apa-apa, sebuah perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan, ungkap Sonip.

Sonip berharap pemerintah daerah memberi perhatian khusus terhadap perkembangan mental anak-anak terkait Budi perkerti melalui program pendidikan formal disekolah maupun non formal,seperti sekolah alam seni rupa Mbah Gerit ini,

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak melupakan asal usulnya, tradisinya, dan sejarahnya.

Masa depan bangsa ini terletak pada pundak anak cucu kita, jadi kita bertanggung jawab mengenalkan budaya sebagai kearifan lokal, dan dengan berbudaya terbentuk karakter bangsa, yang dengannya sebuah bangsa akan menjadi kuat tidak goyah oleh pengaruh budaya asing, pungkas Sonip.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

X