Connect with us

Hi, what are you looking for?

Bojonegoro.com
Supartono, Pengrajin Wayang Kulit Bojonegoro Yang Masih Eksis di tengah keterbatasan Modal.

Seni dan Budaya

Supartono, Pengrajin Wayang Kulit Bojonegoro Yang Masih Eksis di tengah keterbatasan Modal.

Bojonegoro – Wayang kulit adalah kesenian asli Indonesia, tepatnya kesenian dari Jawa, Seorang dalang memainkan lakon dengan penokohan wayang, Sesuai namanya wayang kulit, pembuatan wayang kulit bahan dasarnya adalah kulit, lazimnya dari kulit kerbau atau sapi.

Supartono (60 Thn) pengrajin wayang kulit asal Desa Purwosari, kecamatan Purwosari kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, mempunyai terobosan baru dengan membuat wayang dari bahan karet talang.

Menjadi pengrajin wayang kulit sudah dijalaninya lebih dari 40 tahun, Selain itu pak Supartono juga berprofesi sebagai pengedang karawitan pagelaran wayang kulit.

Ditemui dirumahnya, Sabtu,01/08/20 Bapak 3 anak ini menyambut dengan hangat, Monggo Monggo, pinarak sini mas (Mari mari silahkan duduk sini), sambutnya.

Maaf rumahnya berantakan, baru saja menggarap wayang pesanaan dari orang Tulung agung,jelas pak Tono.

Saya sudah mampu membuat wayang itu sejak kelas 2 SD, saat itu tahun 1970an, sudah laku 150 rupiah, Kata Pak Tono membuka obrolan.
“Saya bisa membuat wayang, yang mengajari bapak saya, bapak saya itu seniman Ketoprak yang juga seorang dalang dan bisa membuat wayang, jelas Supartono

Suoartono menggeluti pekerjaan sebagai pengrajin wayang kulit secara serius, selepas lulus Sekolah Dasar, maklum saya hanya lulusan SD,jadi mesti kerja agar punya uang jajan, dan saya sudah mampu membuat wayang kulit satu set lengkap, saat masih berusia belasan tahun, tutur pak Tono.

Disinggung awak media awal mula membuat wayang dari bahan karet talang, Pak Tono menjelaskan dengan. bercerita, Sekitar 2,5 bulan yang lalu, saya main ke Solo, ke rumah teman yang juga pengrajin wayang kulit, teman saya memberitahu kalau karet talang bisa dijadikan bahan untuk membuat wayang.

Sepulang dari Solo, saya mencoba membuat wayang dari dari karet talang,dan ternyata hasilnya bagus, tidak kalah dengan wayang yang terbuat dari kulit kerbau, tentunya harganya wayang dari karet talang lebih murah, jelasnya sambil menunjukan hasil karyanya.

Baca Juga :  Emak-emak Cantik "Big Size" Ramaikan Fashion Street Redcarpet CFD Bojonegoro

Pada dasarnya pembuatan wayang kulit atau wayang dari karet talang prosesnya sama, melalui proses sungging tatah, yaitu membuat bentuk dengan menggambar, mewarnai dan mengecat bahan.
hanya saja bahannya yang berbeda, satu dari kulit hewan kerbau yang satu dari karet talang, untuk wayang dari bahan kulit menggunakan cat air ,kalau bahan karet talang menggunakan cat minyak,jelas Pak Tono.

Membuat wayang dari bahan karet talang baru ditekuni Supartono 2 bulan belakangan ini, tanpa meninggalkan pembuatan wayang dari kulit.

Wayang kulit maupun wayang karet karya pak Tono, banyak dipesan dalang Bojonegoro maupun dalang dari luar kota.

Harga wayang dari bahan kulit kerbau dihargai 800 ribu rupiah, sementara wayang dari bahan karet talang dihargai 400 ribu rupiah.

Kendala yang ditemui pengrajin wayang kulit adalah bahannya yang mahal, maka karet talang bisa menjadi alternatif pilihan.

Supartono berharap ada perhatian dan keberpihakan pemerintah daerah untuk seniman Bojonegoro, khususnya pengrajin wayang kulit, di Bojonegoro hanya ada 2 pengrajin wayang kulit, saya dan kakak saya Sunyoto, yang juga seorang dalang yang cukup ternama di Bojonegoro jelas, Pak Tono.

Bentuk perhatian pemerintah daerah bisa dengan memberi modal atau pinjaman lunak,tidak berhenti disitu, saya berharap ada solusi untuk memasarannya, mungkin dengan cara semua instansi memasang kerajinan wayang sebagai hiasan di kantornya,

Memperbanyak pameran seni dan budaya juga sangat membantu untuk seniman memperkenalkan karyanya, harapnya.

Saya hanya berharap saja, tidak mau membayangkan yang jauh jauh, karena selama ini saya belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam bentuk apapun, pungkas pak Tono.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Olahraga

Bojonegoro.com – 32 Tim bertanding di Grand Final ESprot Bupati Cup 2022 dan berusaha menampilkan yang terbaik,  dipandu 2 reporter pertandingan yang digelar di...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Fashion Street Red Carpet (FRC) kembali hadir di Car Free Day (CFD) Alun – alun Bojonegoro, namun ada yang berbeda dengan penampilan...

Olahraga

Bojonegoro.com – Muhamad Haviz Rizal Wibowo (13) dan Aurelia Zahara Asa (13) atlit renang potensial dari Bojonegoro mampu menorehkan prestasi yang membanggakan saat mengikuti...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Iringan musik dan gemerlap lampu menjadi tanda dimulainya Bojonegoro Fruit and Veggie Fashion Street Competition sebagai puncak acara Getuk Parasa yang diselenggarakan...

X