Connect with us

Hi, what are you looking for?

Seni dan Budaya

Supartono,Pengrajin Wayang Kulit Bojonegoro Yang Masih Eksis di tengah keterbatasan Modal.

IMG 20200729 145813

Bojonegoro – Wayang kulit adalah kesenian asli Indonesia, tepatnya kesenian dari Jawa, Seorang dalang memainkan lakon dengan penokohan wayang, Sesuai namanya wayang kulit, pembuatan wayang kulit bahan dasarnya adalah kulit, lazimnya dari kulit kerbau atau sapi.

Supartono (60 Thn) pengrajin wayang kulit asal Desa Purwosari, kecamatan Purwosari kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, mempunyai terobosan baru dengan membuat wayang dari bahan karet talang.

Menjadi pengrajin wayang kulit sudah dijalaninya lebih dari 40 tahun, Selain itu pak Supartono juga berprofesi sebagai pengedang karawitan pagelaran wayang kulit.

Ditemui dirumahnya, Sabtu,01/08/20 Bapak 3 anak ini menyambut dengan hangat, Monggo Monggo, pinarak sini mas (Mari mari silahkan duduk sini), sambutnya.

Maaf rumahnya berantakan, baru saja menggarap wayang pesanaan dari orang Tulung agung,jelas pak Tono.

Saya sudah mampu membuat wayang itu sejak kelas 2 SD, saat itu tahun 1970an, sudah laku 150 rupiah, Kata Pak Tono membuka obrolan.
“Saya bisa membuat wayang, yang mengajari bapak saya, bapak saya itu seniman Ketoprak yang juga seorang dalang dan bisa membuat wayang, jelas Supartono

Suoartono menggeluti pekerjaan sebagai pengrajin wayang kulit secara serius, selepas lulus Sekolah Dasar, maklum saya hanya lulusan SD,jadi mesti kerja agar punya uang jajan, dan saya sudah mampu membuat wayang kulit satu set lengkap, saat masih berusia belasan tahun, tutur pak Tono.

Disinggung awak media awal mula membuat wayang dari bahan karet talang, Pak Tono menjelaskan dengan. bercerita, Sekitar 2,5 bulan yang lalu, saya main ke Solo, ke rumah teman yang juga pengrajin wayang kulit, teman saya memberitahu kalau karet talang bisa dijadikan bahan untuk membuat wayang.

Baca Juga :  Sonip,Seniman Kriya Peduli Anak,Ajarkan Nilai Budaya di Sekolah Alamnya.

Sepulang dari Solo, saya mencoba membuat wayang dari dari karet talang,dan ternyata hasilnya bagus, tidak kalah dengan wayang yang terbuat dari kulit kerbau, tentunya harganya wayang dari karet talang lebih murah, jelasnya sambil menunjukan hasil karyanya.

Pada dasarnya pembuatan wayang kulit atau wayang dari karet talang prosesnya sama, melalui proses sungging tatah, yaitu membuat bentuk dengan menggambar, mewarnai dan mengecat bahan.
hanya saja bahannya yang berbeda, satu dari kulit hewan kerbau yang satu dari karet talang, untuk wayang dari bahan kulit menggunakan cat air ,kalau bahan karet talang menggunakan cat minyak,jelas Pak Tono.

Membuat wayang dari bahan karet talang baru ditekuni Supartono 2 bulan belakangan ini, tanpa meninggalkan pembuatan wayang dari kulit.

Wayang kulit maupun wayang karet karya pak Tono, banyak dipesan dalang Bojonegoro maupun dalang dari luar kota.

Harga wayang dari bahan kulit kerbau dihargai 800 ribu rupiah, sementara wayang dari bahan karet talang dihargai 400 ribu rupiah.

Kendala yang ditemui pengrajin wayang kulit adalah bahannya yang mahal, maka karet talang bisa menjadi alternatif pilihan.

Supartono berharap ada perhatian dan keberpihakan pemerintah daerah untuk seniman Bojonegoro, khususnya pengrajin wayang kulit, di Bojonegoro hanya ada 2 pengrajin wayang kulit, saya dan kakak saya Sunyoto, yang juga seorang dalang yang cukup ternama di Bojonegoro jelas, Pak Tono.

Bentuk perhatian pemerintah daerah bisa dengan memberi modal atau pinjaman lunak,tidak berhenti disitu, saya berharap ada solusi untuk memasarannya, mungkin dengan cara semua instansi memasang kerajinan wayang sebagai hiasan di kantornya,

Memperbanyak pameran seni dan budaya juga sangat membantu untuk seniman memperkenalkan karyanya, harapnya.

Saya hanya berharap saja, tidak mau membayangkan yang jauh jauh, karena selama ini saya belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam bentuk apapun, pungkas pak Tono.

Baca Juga :  Sonip,Seniman Kriya Bojonegoro, lirik Spon Dijadikan Ukiran Bernilai Seni Tinggi.

Bagikan :
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro – Di Masa Adaptasi kebiasaan baru era Pandemi covid-19, Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menyelenggarakan sholat idul adha dengan tetap memberlakukan protokol Covid-19. Hari...

Seni dan Budaya

Bojonegoro-Sonip, (48thn) Seniman seni kriya asal Purwosari,kecamatan Purwosari,kabupaten Bojonegoro,selain di kenal sebagai seniman kriya, juga di kenal masyarakat Purwosari dan sekitarnya sebagai aktifis sosial...

Kabar

Bojonegoro– Waktu penyembelihan hewan kurban adalah 4 hari, 10 Dzulhijah, hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Waktu penyembelihan berakhir dengan tenggelamnya matahari di...

Opini & Cerita

Bekerja dengan hati mengingatkan akan arti pentingnya sebuah komitmen dan tanggung jawab dalam tugas yang diemban seseorang agar bisa bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan...

Kabar

Bojonegoro – Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 31 Juli 2020 ini masih di tengah pandemi Corona Virus...

Seni dan Budaya

Bojonegoro -Indonesia kaya akan ragam seni, mulai dari seni rupa murni, seni rupa terapan hingga seni rupa kriya. Seni kriya merupakan jenis karya seni...

Kabar

Bojonegoro – Selasa,03/09/20, 17 Agustus diperingati sebagai hari Kemerdekan Republik Indonesia, tahun ini Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-75. Semua ruas jalan, baik jalan kota...

Info

Bojonegoro–Coronavirus Disease¬†(COVID-19) yang melanda Indonesia 5 bulan belakangan ini, tak pelak mempengaruhi semua aspek kehidupan,pertumbuhan ekonomi, dampak sosial,keberlangsungan usaha baik kecil,menengah maupun besar, dan...

Copyright © 2020 Tim Digital Bojonegoro.com - Redaksi - Kontak