Connect with us

Hi, what are you looking for?

Seni dan Budaya

Syaiful A Rachman, Pelukis Asal Bojonegoro Karyanya Diminati Obama dan Kolektor Eropa.

IMG 20200929 111050

YOGYAKARTA– Seni Kontemporer, adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh modernisasi. Kontemporer artinya modern kekinian. Syaiful A Rachman adalah salah satu pelukis kontemporer Indonesia yang karya-karyanya banyak di koleksi oleh kolektor Amerika dan Eropa.

Masyarakat Indonesia sendiri mungkin tidak banyak yang mengenal Syaiful A Rachman dan Karyanya, Namun bagi masyarakat Amerika dan Eropa nama Syaiful A Racman sebagai pelukis Indonesia sudah tidak asing lagi dan disegani.

Syaiful A Rachman numpang lahir di Surabaya, pada 15 maret 1974 namun dari kecil tumbuh dan dibesarkan di kota Bojonegoro Jawa Timur. Bojonegoro adalah kota tempat dimana Syaiful kecil berlari diantara gang-gang kecil di desa Kauman. Kini Syaiful telah menjadi Seniman Besar yang karyanya cukup diperhitungkan oleh pemerhati lukisan dunia.

Seniman jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta ini sudah banyak melakukan pameran lukisan di kota besar di Indonesia maupun luar negeri. Banyak Kolektor lukisan dunia yang menyimpan karya Syaiful sebagai salah satu koleksi yang menghiasasi dinding rumahnya.

Tercatat Lukisan karya Syaiful pernah mengisi galeri di belahan dunia, seperti Prancis, Singapura, India, Korea, Selandia baru, China, Kuba, malayasia dan masih banyak lagi galeri besar dunia menjadi ajang pameran karya-karya Syaiful.

FB IMG 1601096081228 1

Dalam sebuah pameran, Obama tertarik dengan “Obama” karya Syaiful A Rachman dan memutuskan mengkoleksinya.

Ketika awak media bojonegoro.com bertanya siapa orang atau tokoh yang mempengaruhi karya-karyanya, Bapak satu anak ini menjawab paling tidak ada 4 hal yang menjadi inspirasi dan berjasa dalam karir saya, antara lain seorang Futurelogi berkebangsaan Amerika, Alvin Tofller. Tulisan Alvin tofler tentang Revolusi Pertanian Iran, Revolusi Industri Prancsis dan Revolusi informasi di negara negara Asia melahirkan ide konsep tentang karya karyanya, baik Manusia koran karya terdahulunya maupun yang sekarang konsep gerakan budaya massa melahirkan ide membuat lukisan tokoh-tokoh dunia, karya inilah yang menjadi perhatian para seniman dan kolektor lukisan dunia.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi di Masa Pandemi, Al-Mukhlisin Jedhoran Sampai Pagi.

Selain Alvin Toffler, orang yang berpengaruh dalam perjalanan karir senimannya adalah Suyanto, guru kesenian melukis waktu Syaiful duduk di bangku SMP N 1 Bojonegoro , beliau pertama kali yang mengajarkan saya melukis dengan media kanvas. Pada saat itu tidak ada guru yang berani mengajarkan siswa SMP melukis di atas kanvas, semua siswa pada waktu itu masih menggunakan kertas gambar sebagai medianya, namun pak Yanto berani memberi materi pelatihan melalui media kain kanvas, jelas Syaiful.

Salvador Felip Jacint Dalí Domènech pelukis surealis dari Spanyol adalah pelukis dunia yang sangat dikagumi oleh Syaiful, dan yang lebih membanggakan dan akan menjadi catatan sejarah hidupnya, karya Syaiful pernah bersanding dengan karya Salvador Dali saat pameran di singapura.

Satu lagi yang menginspirasi dalam hidup Syaiful adalah puisi karya Chairil Anwar yang berjudul “Aku”, dengan Puisi “Aku” Chairil Anwar saya merasa harus bisa seperti yang tergambar dalam puisi teersebut, Puisi itu mempunyai makna yang mendalam tentang bagaimana seseorang harus berpikir, bersikap dan mesti berdiri dimana, terang Syaiful.

Bukti Syaiful sebagai salah satu seniman lukis besar Indonesia adalah, Galeri Red Sea dan ODE to Art Singapura adalah Galeri besar dimana seniman seniman lukis dunia banyak bekerja sama dengan galeri ini, dan Syaiful adalah salah satunya.

IMG 20200930 174148

Karya Lukis Kontemporer Visual art Syaiful melukis tokoh dunia.

Ratusan karya lukisan telah diciptakan seniman asal Bojonegoro ini dan ratusan karyanya juga telah menjadi koleksi para kolektor dunia. Bahkan yang membanggakan adalah karya Syaiful sudah mengisi museum lukis di Belanda, Singapura dan Hindia. Di mesuem Lukis tersebut karya Syaiful disandingkan dengan karya-karya pelukis besar legendaris seperti Van Gogh, Leonardo Da Vinci dan pelukis besar lainnya. Tidak hanya itu Obama mantan presiden amerika juga tertarik mengkoleksi lukisan karya Syaiful dengan memesan gambar dirinya sendiri. Jadi kalau kita berkesempatan main kerumahnya Obama, dan ada lukisan gambar dirinya, itu adalah lukisan Perupa Indonesia, Syaiful A Rachman.

Baca Juga :  Masih Tersisa 2 Hari, Terdaftar 26 Peserta Ikuti Lomba Logo HJB ke 343.

Syaiful melukis tokoh dunia dengan konsep gerakan budaya masa yaitu melukis orang kecil-kecil terkumpul dan disusun sedemikian rupa hingga menjadi figur tokoh dunia. Seperti Presiden Jowoki, Obama, Michael Jackson, The Beatles, Jhony Deep, Elthon John, dan Tokoh Figur dunia lainnya. Menurut Syaiful Gerakan ‘ BUDAYA MASSA” menjadikan segala sesuatu dan secara sinergi membentuk suatu obyek manusia (human object), saat Human subject dilihat sebagai ’titik simpul’ dari berbagai hal ketokohan, popularitas bahkan kekuasaan, yang mengejawantahkan diri di setiap subyek manusia. Dari konsep itu terlahilah karya karyanya.

Ditanya awak media apa kiat-kiat menjadi seniman besar, Syaiful menjawab ” Yang paling utama adalah jangan pernah berhenti berpikir dan berproses, kita semua hidup dalam gelombang budaya informasi, jadi mesti mempunyai kebiasaan membaca dan dalam hidup kita mesti mempunyai 3 proyek besar dalam hidup manusia modern, yaitu proyek intelegensia, kita harus cerdas dalam melihat, menangkap dan menyikapi perubahan dunia.
Proyek Spiritual, sebagai manusia penghambaan dan mahluk sosial kita wajib mengolah dan meningkatkan spritual kita salah satu tujuannya adalah mengasah ketajaman rasa batin, satu lagi adalah proyek jasmani dengan fisik kita yang sehat dan kuat capain dunia mampu kita raih.
Jika salah satu saja 3 proyek besar bisa kita wujudkan maka otomatis materi akan mengikuti. Materi itu bonus, jadi jangan menjadi pemikiran dan tujuan awal, terang Syaiful.

Dalam kesempatan ini Syaiful menitip pesan untuk seniman muda Indonesia khususnya seniman muda Bojonegoro, “jangan berpikir materi dulu saat berproses dan berkarya, jadikan membaca sebagai budaya, karena konsep karya yang baik selalu terlahir dari pengetahuan yang didapat dari membaca. Dan yang terpenting adalah berpikirlah yang besar dan luas, sesuatu yang besar tidak akan pernah bisa dicapai dengan hal (pemikiran) yang kecil, kuncinya adalah membaca, jangan berhenti berpikir dan cerdaslah menangkap perubahan dunia, tutup Syaiful.

Baca Juga :  Karya Sudamala "Doa Untuk Dunia" Ki Purbo Asmoro Menginisiasi Seniman Lain Melakukan Pentas Virtual.

Syaiful A Rachman kini tinggal di Sidoarum, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bersama istrinya Mega fitria dan anak semata wayangnya javanesia.

 

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

UKM

BOJONEGORO-Madu mempunyai banyak manfaat atau khasiat, baik untuk kesehatan maupun kecantikan, bahkan untuk menambah cita rasa dalam olahan masakan. Semua orang pernah merasakan bagaimana...

Kabar

BOJONEGORO– Robot Patroli Bobota kembali menemani warga yang lagi olah raga di Car Free Day (CFD) Minggu, 25/10/20. Robot Bobota nampak berkeliling alun-alun Bojonegoro...

Seni dan Budaya

BOJONEGORO-Bulan Rabiulawal, adalah Bulan dimana umat Islam mempercai sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad Saww (Maulid) Di bulan ini umat islam memperingati kelahiran Nabi dengan...

Kabar

BOJONEGORO– Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Mu’awanah berkesempatan menghadiri sekaligus membuka acara Konferensi Cabang (Konfercab) XIX Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro tahun 2020, Sabtu, 24/10/20...

X