Bojonegoro.com – Di tengah keterbatasan akses perbankan di wilayah pelosok, kehadiran Agen BRILink menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Seperti yang selama ini dikerjakan oleh Rahma, warga Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, yang sukses mengembangkan layanan BRILink di rumahnya menjadi pusat transaksi keuangan warga sekitar.
Sejak membuka layanan BRILink dua tahun lalu, Susi tak hanya melayani tarik tunai dan transfer, tetapi juga berbagai kebutuhan lain seperti pembayaran listrik, cicilan hingga biaya pendidikan. Setiap harinya, puluhan warga datang silih berganti untuk bertransaksi, mulai dari petani, pedagang dan pelajar.
“Awalnya cuma coba-coba, tapi ternyata kebutuhan masyarakat tinggi sekali. Banyak yang jauh dari bank, jadi mereka lebih nyaman ke sini,” ungkap Rahma.
Keunikan layanan BRILink milik Rahma terletak pada pendekatannya yang ramah dan fleksibel. Ia tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga membantu warga yang kurang memahami penggunaan layanan digital. Bahkan, tak jarang ia memberi edukasi sederhana tentang pentingnya menabung dan mengelola keuangan.
Selain itu, Susi juga menggabungkan usaha BRILink dengan jualan tape ketan ijo khas buatannya. Hal ini membuat tempatnya semakin ramai karena warga bisa sekaligus berbelanja. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan pendapatan sekaligus menarik lebih banyak pelanggan.
“Kalau habis transaksi, biasanya mereka beli tape juga. Jadi saling mendukung usahanya,” tambahnya sambil tersenyum.
Dengan omzet transaksi yang terus meningkat, Susi mengaku pendapatannya ikut bertambah signifikan. Ia pun kini mampu membantu perekonomian keluarga serta membuka peluang usaha baru di lingkungannya.
Kehadiran Agen BRILink seperti milik Rahma menunjukkan peran penting dalam mendorong inklusi keuangan di daerah. Layanan yang mudah dijangkau, cepat, dan humanis menjadi kunci keberhasilan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui inovasi sederhana namun berdampak besar, Rahma membuktikan bahwa usaha berbasis layanan keuangan bisa berkembang pesat jika dijalankan dengan konsisten dan memahami kebutuhan sekitar. Kini, rumahnya bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
“Yang penting itu dipercaya sama masyarakat. Kalau sudah percaya, insyaallah rezeki ikut mengalir,” tutupnya.










































