Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hobi

Tunggu Waktu Sahur, Mancing Mania Mblakrak Gelar Joran di Malam Ramadhan

IMG 20220424 114541

Bojonegoro.com – Dibulan Ramadhan banyak aktifitas yang semula dilakukan di pagi atau siang hari berganti dilakukan di malam hari, komunitas Mancing Mania Mblakrak Ledok Kulon salah satunya.

Nampak sekelompok pemuda sedang melakukan aktifitas di pinggir Bengawan Solo yang melintas di wilayah Ledok Kulon, tepatnya di Kedung Butak tidak jauh dari lokasi penyebrangan (tambangan) Bungas atau tambangan Trucuk.

Kegiatan memancing malam hari ini dilakukan untuk mengisi waktu setelah mereka melaksanakan sholat tarawih dan Tadarus, Selepas itu mereka mengambil piranti memancingnya dan bergegas ke spot yang telah ditentukan.

Very salah satu anggota mancing Mblakrak mania menyampaikan mengisi waktu luang dengan memancing sambil menunggu waktu makan sahur.

” Saya dan kawan kawan datang kesini sekitar jam 9 malam setelah melakukan sholat taraweh, dan ini kami lakukan mulai dari awal puasa ” ujar Very.

Mblakrak adalah bahasa Jawa yang bisa diartikan berpetualang mencari tempat atau lokasi untuk spot memancing.

“Pokoknya dimana ada air yang disitu ada banyak ikannya, kita datangi dan mancing” ujar Aldo.

Memancing tidak hanya sekedar hobi namun unsur rekreasinya juga kental dimana pemancing bisa bersantai setelah seharian melakukan rutinitas dalam bekerja.

Memancing adalah Hobi bagi sebagian banyak orang dan mata pencaharian bagi sebagian yang lain. memancing biasa dilakukan laut, sungai atau kolam pemancingan.

Saat ini, memancing bukan hanya sekedar hobi perseorangan, tapi sudah menjadi komunitas, kebiasaan komunitas pemancing adalah mencari spot pemancingan dengan berpindah pindah untuk memancing bersama, orang biasa menyebutnya dengan sebutan mancing mania, Mblakrak adalah salah satu komunitas memancing yang ada di Bojonegoro.

Kelebihan memancing di Bengawan atau sungai yang lain adakah kita tidak tahu sebelumnya ikan apa yang memakan umpan, berbeda dengan di kolam pemancingan pemancing sudah mengetahui dari awal ikan apa yang ada didalamnya.

Untuk mengetahui kapan saat umpan dimakan ikan, di ujung joran dipasang star light semacam lampu kecil atau lonceng kecil, dimana saat target  menyambar mata kail, lampu akan bergerak-gerak atau loncengnya berbunyi itu adalah tanda umpan di mata kail telah digondol ikan.

Sensasi memancing di Bengawan memang berbeda, tarikan ikan di perairan umum sangat kuat, saat mengejar ikan yang memakan umpan dan berusaha menaikkan jangan sampai lepas itu yang membuat kita ketagihan, ungkap Tanco.

Jika beruntung mereka bawa pulang ikan, jika tidak, melihat Bengawan saat  malam sudah membuat hati mereka senang, itung itung buang penat berkumpul bersama teman.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Olahraga

BOJONEGORO – Kepastian kapan akan digelar pelaksanaan Liga 3 putaran Nasional sudah diterima oleh manajemen Persibo Bojonegoro. Surat edaran dari PSSI melalui Asosiasi Provinsi...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro menyelenggarakan rapat pembahasan draft nota kesepakatan bersama dengan BBWS Solo...

Kebijakan

Bojonegoro.com – Banyaknya penerangan jalan umum (PJU) yang telah dipasang Pemkab Bojonegoro di seluruh wilayah kecamatan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan adanya PJU, masyarakat...

Ekonomi

Bojonegoro.com – Ratusan warga Bojonegoro memadati lokasi kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Bulog di...

X