UMKM Keripik Pisang Cavendish Kalitidu Kembangkan Usaha Berkat Dukungan BRI

Proses pembuatan Keripik Pisang Cavendish
Bojonegoro.com – Olahan keripik pisang cavendish menjadi salah satu produk UMKM yang terus berkembang di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dengan cita rasa khas dan tekstur renyah, produk ini mulai diminati konsumen dari berbagai kalangan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Salah satu pelaku UMKM yang mengembangkan usaha tersebut adalah Parsi, warga Kalitidu yang memanfaatkan pisang cavendish sebagai bahan baku utama pembuatan keripik. Berawal dari usaha rumahan, kini produksinya terus meningkat seiring bertambahnya permintaan pasar.
Parsi mengatakan, pisang cavendish dipilih karena memiliki kualitas yang baik dan menghasilkan keripik dengan rasa yang lebih manis serta tekstur yang renyah. Selain itu, bahan baku tersebut relatif mudah diperoleh sehingga mendukung keberlangsungan produksi.
“Pisang cavendish memiliki kualitas yang bagus untuk dijadikan keripik. Rasanya lebih manis dan hasilnya renyah, sehingga banyak pelanggan yang menyukainya,” ujarnya.
Dalam proses produksi, pisang yang telah dipilih kemudian diiris tipis menggunakan alat khusus agar menghasilkan ketebalan yang seragam. Setelah itu, irisan pisang digoreng hingga matang dan dikemas secara higienis sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Parsi mengungkapkan bahwa pengembangan usaha keripik pisang cavendish tidak lepas dari dukungan layanan perbankan BRI. Melalui akses pembiayaan usaha, dirinya dapat menambah kapasitas produksi, membeli peralatan pendukung, serta meningkatkan kualitas kemasan produk.
“Modal usaha sangat penting untuk pengembangan produksi. Dukungan dari BRI membantu kami memenuhi kebutuhan usaha sehingga produksi bisa berjalan lebih lancar,” katanya.
Selain akses pembiayaan, layanan digital BRI juga memberikan kemudahan dalam bertransaksi dengan pelanggan. Pembayaran melalui QRIS dan layanan perbankan digital membantu proses transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.
Menurut Parsi, pemanfaatan teknologi pembayaran digital memberikan dampak positif terhadap penjualan karena semakin banyak konsumen yang memilih transaksi non tunai. Hal ini juga membantu pencatatan keuangan usaha menjadi lebih tertata.
“Sekarang banyak pelanggan yang membayar menggunakan QRIS. Selain praktis, transaksi juga lebih cepat dan aman,” tuturnya.
Keripik pisang cavendish produksi UMKM Kalitidu saat ini dipasarkan melalui toko-toko sekitar, pesanan langsung pelanggan, hingga promosi melalui media sosial. Berbagai varian rasa juga mulai dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Parsi berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu produk unggulan UMKM Bojonegoro. Ia juga berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang memanfaatkan layanan perbankan untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
“Harapannya usaha ini bisa terus maju, membuka lapangan pekerjaan, dan semakin dikenal masyarakat. Dengan dukungan yang tepat, UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang,” pungkasnya.
Melalui inovasi produk dan pemanfaatan layanan keuangan modern, UMKM keripik pisang cavendish di Kalitidu menunjukkan bahwa usaha berbasis potensi lokal mampu tumbuh dan bersaing, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.
