UMKM Wader Krispi di Bojonegoro Mulai Manfaatkan QRIS BRI Untuk Transaksi

bojonegoro.com – Pelaku UMKM olahan wader krispi di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro mulai memanfaatkan layanan pembayaran digital QRIS BRI untuk melayani pembeli secara cashless. Inovasi tersebut dilakukan agar transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis.
Pemilik usaha wader krispi, Yuni, mengatakan penggunaan QRIS membantu pembeli yang kini lebih sering menggunakan pembayaran non tunai dibanding uang cash. Terlebih banyak pelanggan berasal dari luar daerah yang memesan produk secara daring.
“Sekarang banyak pembeli bayar pakai QRIS atau transfer. Jadi lebih praktis karena tidak perlu uang pas,” ungkap Yuni.
Usaha olahan wader krispi khas Bengawan Solo tersebut dikenal memiliki cita rasa gurih dan renyah. Produk milik Yuni bahkan telah dipasarkan hingga luar kota seperti Pasuruan dan Jakarta.
Menurutnya, penggunaan QRIS BRI juga membantu proses transaksi menjadi lebih aman dan cepat. Pembeli cukup melakukan scan barcode melalui aplikasi mobile banking atau dompet digital tanpa perlu menyiapkan uang tunai.
“Kalau ramai pembeli lebih enak pakai QRIS, transaksi jadi cepat dan pembeli juga nyaman,” tambahnya.
Selain mempermudah pembayaran langsung di lokasi usaha, sistem cashless juga mendukung penjualan online yang kini mulai berkembang di kalangan UMKM lokal. Pelanggan dapat memesan produk melalui media sosial maupun aplikasi pesan singkat, lalu melakukan pembayaran secara digital.
Pemanfaatan transaksi cashless dinilai menjadi salah satu langkah UMKM untuk mengikuti perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan pembayaran digital.
Yuni berharap penggunaan QRIS dapat membantu usahanya semakin berkembang dan menjangkau pasar lebih luas. Ia juga berharap semakin banyak pelaku UMKM di Bojonegoro memanfaatkan layanan digital untuk mendukung penjualan usaha.
“Sekarang zamannya serba digital, jadi UMKM juga harus ikut berkembang supaya pembeli semakin mudah,”pungkasnya.
