Connect with us

Hi, what are you looking for?

IMG 20260426 WA0017
IMG 20260426 WA0017

Pendidikan

Yatim Piatu, Pernah Mengamen hingga Jualan Batu Akik, Putra Daerah Asli Bojonegoro Raih Penghargaan sebagai Lulusan Terbaik Magister dengan Nilai Tertinggi

Bojonegoro.com – Braja Manastha Winduaji, S.Tr.IP., M.A.P., putra daerah asli Bojonegoro, kembali mencatatkan dirinya sebagai yang terbaik dengan menorehkan prestasi membanggakan meraih penghargaan “Lulusan Terbaik dengan Nilai Tertinggi” pada Program Studi Magister Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya Tahun Akademik 2025/2026.

Perlu diingat, Saat menempuh pendidikan di institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Braja juga menjadi yang terbaik dengan mendapat penghargaan “Kartika Adhi Kertayasa I” sebagai Wisudawan dengan Nilai Tertinggi Bidang Pengajaran pada Program Studi Politik Indonesia Terapan, Fakultas Politik Pemerintahan, Angkatan XXIX, Tahun Akademik 2021/2022.

Proses Braja menjadi yang terbaik dan meraih penghargaan diawali saat dia melaksanakan Yudisium yang dilaksanakan di Auditorium Ki Mohammad Saleh Lantai 5 Gedung F di Universitas Dr. Soetomo Surabaya pada hari Kamis (23/4/2026) dengan sangat memuaskan.

3 hari setelahnya dilaksanakan prosesi wisuda di Dyandra Convention Center Surabaya. Acara dihadiri Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., jajaran wakil rektor, dekan, kaprodi, tamu undangan dan 974 Wisudawan. Minggu, (26/4/2026).

Dihubungi usai prosesi wisuda, Braja mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pencapaian tersebut.

“Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah, dan semua ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya,” ucapnya haru.

Bagi Braja, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk pengabdian yang lebih besar.

Menurutnya, Ini bukan akhir dari cita-cita. Justru ini menjadi pemacu semangat pengabdian saya kepada negara. Saya ingin terus mengabdikan diri menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara yang baik. Untuk itu saya mohon doa dari semuanya, tutur Braja.

Mengenal lebih dekat Braja Manastha Winduaji, lahir di Kota minyak, Bojonegoro, 7 September 1997. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan Sukisno (Alm.) dan Nur Cholifah (Almh.). Kehidupan telah menempanya sejak usia sangat belia. Saat usianya baru menginjak tiga tahun, ia harus kehilangan sang ayah.

IMG 20260427 WA0023

Foto Lengkap Pertama, Terakhir dan Satu-Satunya, 2 Hari Sebelum Ayah Braja Meninggal Dunia

Hidup terus berjalan, mendapat asuhan ibunya yang berjuang sendirian, meski hidup dalam keterbatasan, Braja tidak pernah menyerah mengejar pendidikan. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Bojonegoro pada tahun 2016, ia memperoleh Beasiswa Bidikmisi dan diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur SNMPTN tanpa tes berkat prestasi akademiknya.

Namun, cita-citanya untuk menjadi seorang Praja di IPDN tidak pernah padam. Setelah dua kali gagal mengikuti seleksi, Braja akhirnya lolos pada percobaan ketiga. Dengan tekad kuat, ia memilih meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa FISIPOL UGM semester lima demi menempuh pendidikan kedinasan di IPDN.

Selama menempuh pendidikan di IPDN, Braja dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepemimpinan. Ia dipercaya mengenakan talikur merah “KOMANDO” sebagai Wirapati (Camat Praja) hingga Senapati (Bupati Praja). Di bidang akademik, ia juga konsisten menunjukkan prestasi gemilang. Pada tahun 2022, Braja lulus sebagai Pamong Praja Muda dan meraih penghargaan “Kartika Adhi Kertayasa I” sebagai wisudawan dengan nilai tertinggi bidang pengajaran pada Program Studi Politik Indonesia Terapan.

Baca Juga :  Relima Gelar Kelas Menulis: Bojonegoro dalam Sepotong Puisi

Cerita duka itu kembali datang, saat Braja menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tingkat III atau Nindya Praja. Pada tahun 2021, ibundanya meninggal dunia saat Braja tengah menjalani tugas penyebaran pendidikan di Papua selama dua tahun. Situasi pandemi COVID-19 membuatnya tak dapat pulang untuk melihat wajah ibunya untuk terakhir kali maupun mengantarkan ke peristirahatan terakhir. Sejak saat itu, Braja harus menjalani hidup sebagai anak yatim piatu seorang diri.

Cerita berlanjut, Usai lulus dari IPDN, Braja menjalani masa orientasi CPNS di Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur. Kariernya dimulai di Bagian Umum, Subbagian Perlengkapan dan Pemeliharaan sebagai Penyusun Rencana Pengadaan Sarana dan Prasarana. Berkat dedikasi dan kinerjanya, ia kemudian dipercaya menjadi Ajudan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur sejak 1 November 2022 hingga 22 Desember 2023.

Setelah resmi diangkat sebagai PNS, Braja mendapatkan penugasan dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengabdi di Pemerintah Kota Pasuruan pada akhir tahun 2023. Di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, ia telah mengemban sejumlah jabatan strategis, antara lain sebagai Penyusun Rencana Mutasi, Analis Perencanaan Sumber Daya Manusia Aparatur, serta Penelaah Teknis Kebijakan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Di balik berbagai capaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan hidup yang tidak ringan. Braja berasal dari keluarga sederhana. Sang ibu bekerja sebagai pelayan toko pakaian di Bojonegoro, sementara ayahnya merupakan tenaga honorer di Kelurahan Klangon. Kondisi ekonomi yang terbatas tidak membuatnya berkecil hati.

IMG 20260427 111417

Braja saat mencari batu akik disungai dan buka lapak dan di Alun-alun Bojonegoro

Semasa SMA, Braja pernah mengamen sepulang sekolah untuk membantu perekonomian ibunya. Saat tren batu akik booming pada tahun 2014–2015, ia mencari batu di bantaran sungai wilayah selatan Bojonegoro seperti Kecamatan Temayang, Bubulan, dan Ngasem, lalu menjualnya di lapak sederhana di Alun-Alun Bojonegoro. Ia juga pernah berjualan uang kuno untuk mahar pernikahan. Bahkan ketika merantau kuliah di Yogyakarta, Braja harus bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan percetakan kertas demi memenuhi kebutuhan hidup.

Seluruh jerih payah, air mata, dan masa-masa sulit itu kini terbayar lunas melalui pencapaian akademik yang kembali ia raih. Predikat sebagai Lulusan Terbaik dengan Nilai Tertinggi di jenjang magister menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan keteguhan hati tidak pernah mengkhianati hasil.

IMG 20260427 065558

Piagam penghargaan yang diterima Braja

Kisah Braja Manastha Winduaji menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, seorang anak yatim piatu dari Bojonegoro mampu berdiri tegak mengukir prestasi, sekaligus menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah pada keadaan.

Pesan dan Kesan Braja

Dulu, saat saya masih bersekolah, ibu pernah berkata kepada saya dengan mata berkaca-kaca dan harapan:

Baca Juga :  9 Siswa MI ICP Nurul Ulum Bojonegoro Ikuti SmartBot Global AI Immersion 2026 International Study Visit di Malaysia

“Nak, kamu adalah anak yatim. Kamu tidak lagi memiliki bapak, dan kita bukan dari keluarga yang berada. Suatu hari nanti, saat kamu dewasa, jika kamu tidak mau berusaha dan tidak serius dalam sekolah, kamu bisa saja tidak menjadi apa-apa, bahkan diabaikan oleh keadaan. Ibu mungkin tidak bisa membantu banyak hal. Tapi untuk pendidikanmu, apa pun yang kamu butuhkan, insyaAllah akan ibu usahakan dengan segala yang ibu punya. Yang penting, kamu belajar dengan sungguh-sungguh demi masa depanmu. Tetap semangat ya, Nak.”

Kata-kata itu sederhana, tapi begitu dalam. Sehingga setiap kali saya mengingatnya, hati saya selalu bergetar, dan air mata tak jarang jatuh. Di balik keterbatasan, ibu menyimpan keyakinan yang begitu besar bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan.

Kini saya sadar, cinta orang tua kepada anaknya tidak selalu hadir dalam kemewahan, tapi dalam pengorbanan, doa, dan kepercayaan yang tak pernah putus. Kata-kata itu menjadi penguat setiap langkah saya, pengingat bahwa saya tidak boleh menyerah.

Untuk ibu, terima kasih atas setiap doa, pengorbanan, dan keyakinan yang ibu tanamkan. Semoga setiap langkah yang saya tempuh hari ini dan seterusnya bisa menjadi jawaban atas harapan besar yang pernah ibu titipkan.

Dengan prestasi dan penghargaan yang saya peroleh, saya berharap ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal yang bermanfaat. Ilmu tersebut ingin saya wujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara, khususnya melalui peran saya sebagai Aparatur Sipil Negara.

Semoga pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi awal dari langkah panjang untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Saya percaya, dengan niat yang tulus dan usaha yang konsisten, setiap ilmu yang dimiliki akan membawa manfaat yang lebih luas bagi banyak orang.

Pesan saya untuk Generasi muda di mana pun berada, masa depan bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi sesuatu yang bisa kamu bentuk. Tidak peduli dari mana kamu berasal atau bagaimana keadaanmu hari ini, kamu tetap punya peluang untuk menjadi apa pun yang kamu impikan.

Kuncinya sederhana, tapi tidak mudah: mau berubah, mau belajar, dan mau bekerja keras. Tidak ada jalan instan, tapi setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini akan membawa dampak besar di masa depan. Jangan biarkan keraguan atau kegagalan menghentikan mu, itu semua adalah bagian dari proses untuk menjadi lebih kuat.

Tetaplah punya semangat dan optimisme yang tinggi. Dunia ini membutuhkan generasi yang berani bermimpi, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah. Kamu adalah bagian dari harapan itu. Kamu adalah calon pembawa perubahan.

Percayalah, masa depan yang lebih baik bukan hanya mungkin, tapi itu sedang kamu bangun, mulai dari sekarang.

Baca Juga :  Tiga Siswa Berprestasi Jadi Paskibraka Nasional Terima Penghargaan dari Bupati Bojonegoro

Dan untuk para orang tua: teruslah memberikan dukungan, semangat, dan kepercayaan kepada anak-anak Anda. Dukung mereka untuk meraih apa yang mereka cita-citakan dan inginkan. Percayalah, ketika anak-anak diberi ruang untuk tumbuh, didengar, dan dipercaya, mereka akan mampu mencapai hal-hal luar biasa dan membanggakan Anda dengan cara mereka sendiri.

Riwayat pendidikan Braja Manastha Winduaji :

TK Aba 2 Klangon Bojonegoro Tahun 2002-2004.

SDN Banjarejo 1 Tahun 2004-2010.

SMP Negeri 2 Bojonegoro Tahun 2010-2013.

SMA Negeri 1 Bojonegoro Tahun 2013-2016.

Universitas Gajah Mada Yogyakarta Tahun 2016-2018.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2018-2022.

Universitas Dr. Soetomo Surabaya Tahun 2025-2026.

Riwayat Jabatan Braja Manastha Winduaji :

1. 29 Juli 2022 – 8 Agustus 2022

(Analis Politik Dalam Negeri)

2. 8 Agustus 2022 – 1 November 2022

(Penyusun Rencana Pengadaan Sarana dan Prasarana)

3. 1 November 2022 – 22 Desember 2023

(Ajudan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur)

4. 22 Desember 2023 – 2 Januari 2024

(Penyusun Rencana Mutasi)

5. 2 Januari 2024 – 1 September 2025

(Analis Perencanaan Sumber Daya Manusia Aparatur)

6. 1 September 2025 – Sekarang

(Penelaah Teknis Kebijakan)

Pengalaman Organisasi Braja Manastha Winduaji juga tidak kaleng kaleng, berikut catatannya:

– Ketua Paskibraka SARAGA Smasa Bojonegoro Tahun 2014-2015

– Duta Pariwisata Kange-Yune Bojonegoro Tahun 2014-2016

– Ketua/Koordinator Pelatih Silat PSHT Sub Ranting SMP 2 Bojonegoro Tahun 2014-2016

– Anggota Resimen Mahasiswa UGM Tahun 2016-2018

– Anggota Dewan Mahasiswa Fisipol UGM Tahun 2016-2018

– Anggota Forum Olahraga Fisipol (FOF) UGM Tahun 2016-2018

– Anggota Teater Selasar Fisipol UGM Tahun 2016-2018

– Anggota Teater Gadjah Mada TGM Tahun 2017-2018

– Co-Fasilitator PPSMB PALAPA UGM Tahun 2017

– Sub Koordinator Co-Fasilitator PPSMB SOCIETY FISIPOL UGM Tahun 2018

– Camat/Wirapati Praja IPDN Tahun 2019-2021

– Bupati/Senapati Praja IPDN Tahun 2021-2022

– Ketua Kontingen Praja IPDN Provinsi Jawa Timur Tahun 2018-2022

– Ketua/Koordinator Angkatan RPL 4 Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi Tahun 2025-2026

– Ketua Dewan Penasihat PSHT Rayon Klangon Ranting Kota Bojonegoro Tahun 2026-2029

 

Berikut adalah daftar Prestasi Braja Manastha Winduaji :

– Juara 1 Gerak Jalan 17Km Antar Pelajar Kabupaten Bojonegoro Tahun 2011

– Juara 2 Gerak Jalan 17Km Antar Pelajar Kabupaten Bojonegoro Tahun 2012

– Juara Harapan III Gerak Jalan 17Km Antar Pelajar Kabupaten Bojonegoro Tahun 2014

– Juara 1 PBB Antar Pelajar Se-Kabupaten Bojonegoro Tahun 2014

– Juara 2 Teater PSP Antar Pelajar Se-Kabupaten Bojonegoro Tahun 2014

– Juara 3 Teater Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

– Juara Harapan II Kange Bojonegoro Tahun 2015

– Juara Best Costume Kange Bojonegoro Tahun 2015

– Juara 1 Futsal LFF UGM Tahun 2018

– Juara 2 Pengucap UUD 1945 IPDN di Papua Tahun 2021

– Juara 2 Karya Tulis Ilmiah IPDN di Papua Tahun 2021

– Peraih Penghargaan Kartika Adhi Kertayasa 1 Tahun 2022

– Juara 2 Lomba PBB Hut Korpri Pemkot Pasuruan Tahun 2024

– Juara 1 Komandan Peleton Terbaik Lomba PBB Hut Korpri Pemkot Pasuruan Tahun 2024

– Peraih Penghargaan Summa Cumlaude Magister Ilmu Administrasi Tahun 2026.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Perancangan busana kebanggaan Bojonegoro, Sri Artiningsih, S.Pd, atau lebih dikenal dengan bunda Arva diundang Mitra Desa Nusantara (MDN) sebagai narasumber dalam seminar nasional...

UKM/UMKM

Bojonegoro.com – Menjadi ibu rumah tangga tidak menghalangi Laily untuk tetap produktif dan mengembangkan usaha. Dari rumah di wilayah Ledok, Bojonegoro, Laily memanfaatkan peluang...

UKM/UMKM

Bojonegoro.com – Olahan keripik pisang cavendish menjadi salah satu produk UMKM yang terus berkembang di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dengan cita rasa khas dan...

Digital

Bojonegoro.com – Aktivitas belanja kebutuhan dapur kini semakin praktis. Jika dulu masyarakat harus datang langsung ke pasar tradisional untuk membeli cabai, bawang, ikan, maupun...

X