Connect with us

Hi, what are you looking for?

Do2y3CMfzmb7g5bo
Do2y3CMfzmb7g5bo

Politik dan Pemerintahan

Tantangan Fiskal, Dana Transfer Pusat Berkurang Rp 1,3 Triliun di 2026 Pemkab Bojonegoro Tetap Utamakan Pembangunan untuk Masyarakat

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan pembangunan untuk masyarakat di tengah tantangan fiskal yang dihadapi. Apalagi, dana transfer dari pusat tahun 2026 diproyeksi berkurang hingga Rp 1,3 triliun.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi perhatian kita terhadap layanan dasar. Justru dalam situasi seperti ini, prioritas harus semakin jelas,” tegas Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam rapat pembahasan Penyesuaian Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di ruang Angling Dharma, Senin (29/09/2025).

Wabup Nurul Azizah memaparkan bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) menjadi instrumen penting untuk menopang belanja di tahun berikutnya. Sesuai data yang ada, pada tahun 2026, dana transfer dari pusat diproyeksikan turun drastis dari Rp4,5 triliun menjadi Rp3,2 triliun. “Artinya ada selisih sekitar Rp1,3 triliun. Karena itu, keberadaan SILPA sangat strategis untuk menjaga keberlangsungan program,” ujarnya.

Meski ruang fiskal terbatas, Pemkab Bojonegoro tetap berkomitmen menjalankan lima program prioritas, yakni pengentasan kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), peningkatan layanan kesehatan, penguatan pertumbuhan ekonomi daerah, serta konektivitas wilayah. Program-program ini ditekankan agar manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di sisi lain, strategi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) juga menjadi bagian penting dalam menghadapi penyesuaian alokasi transfer. Upaya ini bukan dilakukan melalui penambahan beban pajak atau retribusi baru, melainkan dengan mengoptimalkan potensi aset-aset daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap kesinambungan pembangunan dapat terus terjaga tanpa menimbulkan beban tambahan bagi warga. “Aset-aset Pemkab yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal harus bisa dikelola dengan lebih baik, sehingga memberi tambahan ruang fiskal untuk pembangunan,” jelasnya.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-81, Semangat Kemerdekaan Dorong Pembangunan Bojonegoro

Dengan kebersamaan dan kerja keras, lanjut Wabup, semua akan bisa dihadapi. “Yang terpenting, setiap program harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro,” pungkas Wakil Bupati.[*]

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Perancangan busana kebanggaan Bojonegoro, Sri Artiningsih, S.Pd, atau lebih dikenal dengan bunda Arva diundang Mitra Desa Nusantara (MDN) sebagai narasumber dalam seminar nasional...

Pendidikan

Bojonegoro.com – MI ICP Nurul Ulum Bojonegoro melakukan terobosan yang sangat membanggakan dengan mengirimkan sembilan anak didiknya belajar ke luar negeri melalui kegiatan SmartBot...

Pendidikan

Bojonegoro.com – Tiga siswa Bojonegoro menerima penghargaan atas prestasinya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada tingkat nasional dan Provinsi Jawa Timur....

Digital

Bojonegoro.com – Kehadiran Agen BRILink di wilayah pelosok Kabupaten Bojonegoro membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini harus menempuh jarak...

X